News

Resto Star di Aek Nabara Digerebek Polisi Labuhanbatu: Pemilik dan Koki Kepergok Nyabu

FaseBerita.ID – Perempuan berusia 38 tahun dengan inisial Im tak bisa berkutik saat tempat usahanya Resto Star di Jalan Ampera, Aek Nabara, Bilah Hulu, Labuhanbatu digerebek polisi.

Bersama tukang masak di bisnis kulinernya itu, IF (29) dan seorang pria lainnya, Rif (19), mereka kedapatan sedang menggunakan dan menyimpan sabu.

Penggerebekan ini berawal dari masuknya pengaduan ke Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin tentang aktivitas haram di sela-sela operasional rumah makan tersebut.

Im sendiri warga Jalan Setia Budi, Tebingtinggi, IF tinggal di resto itu, dan Rif (19) warga Desa Bakaran Batu, Bilah Hulu, Labuhanbatu.

Kasat Reserse Narkorba Polres Labuhanbatu AKP Martualesi Sitepu menjelaskan penggerebekan itu dilakukan pada malam takbiran, Sabtu (23/5/2020) malam.

“Setelah menyelidiki pengaduan masyarakat kepada Kapolda Sumut, kita melakukan penyelidikan dilanjutkan dengan penggerebekan ruko Resto Star pada Sabtu (23/5) sekitar pukul 21.00 WIB,” ujarnya, Selasa (26/5/2020).

Dari penggerebekan itu, petugas mendapati Im sedang berdiri dekat tangga dan kedapatan membuang 1 plastik klip berisi kristal dari tangan kirinya. Sementara IF berada di dekat pintu dan Rif tengah duduk di dapur.

“Lalu dilakukan penggeledahan di dalam rumah ditemukan seperangkat bong (alat isap sabu) terletak di lantai dekat tangga. Selain bong, kita menyita 1 plastik klip berisi kristal diduga sabu seberat 0,3 gram dan sebungkus rokok,” urai Martualesi.

Kepada petugas, ketiga tersangka mengaku mendapatkan sabu itu dari seseorang berinisial Ris di Desa Pondok Ceblong. Sayangnya, saat pengembangan ke lokasi yang ditunjukkan pria itu tidak ditemukan.

Ketiga tersangka dan barang bukti diamankan ke Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu untuk proses penyidikan. “Ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 114 sub 112 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” jelasnya.

Mirisnya, setelah interogasi, didapati fakta Im merupakan istri dari BS, seorang terpidana perkara narkotika dan penggelapan mobil yang tengah menjalani hukuman di penjara Tanjunggusta, Medan.

Saat suaminya ditahan, Im mengaku telah menikah lagi dengan DW. Namun, tak bertahan lama dan DW telah diusirnya pada Maret lalu, karena tak mau bekerja. (ps/int)