News

Residivis Ajak Istri Ikut Jual Sabu

TANJUNGBALAI, FaseBerita.ID – Residivis narkoba, Haidir Manurung (48) ditangkap polisi bersama istrinya Indriati (53), atas dugaan kepemilikan sabu.

Pasangan suami istri ini ditangkap di rumahnya, Jalan MT Haryono Gang Pandan, Kelurahan Selat Tanjung Medan, Kecamatan Datuk Bandar Timur, Tanjungbalai, Rabu (21/8/2019) sekira pukul 18.30 WIB.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai mengatakan, petugas yang menggerebak rumah tersangka dan ditemukan 13 paket plastik berisi sabu dengan berat kotor 3.71 gram.

AKBP Irfan Rifai menambahkan bahwa petugas juga mengamankan Indriati (Istri Haidir Manurung) karena ikut terlibat dalam mengedarkan Narkoba tersebut dan hal ini diakui oleh tersangka Haidir Manurung.

Selain itu petugas juga menyita 1 unit handpone, uang sebanyak Rp70 ribu, 2 lembar tisu warna putih, 1 buah tas kain warna orange, 1 bungkus kotak rokok merk sempurna, 1 buah pipet sebagai sendok, 1 buah box plastik warna kuning merk forvita dan 2 bal plastik kecil transparan.

“Tersangka Haidir Manurung ini merupakan residivis dalam kasus narkoba dengan vonis 7 tahun penjara dan pada 2017 telah bebas dari lembaga pemasyarakatan,” jelas Kapolres yang di dampingi kasat Narkoba AKP Ras Maju Tarigan, Jumat (23/8/2019).

Dari hasil introgasi pasutri ini, petugas berhasil meringkus bandar sabu bernama Hasman (53) di rumah nya di Jalan Yos Sudarso, Lingkungan II Kelurahan Sei Merbau, Kecamatan Teluk Nibung, Tanjungbalai, pada hari yang sama sekira pukul 20.45 WIB.

Petugas sempat mengalami kesulitan saat akan meringkus Hasman, karena rumah tersangka dalam keadaan terkunci dan di duga bersembunyi di dalam rumah begitu mengetahui kehadiran polisi.

Petugas Tim Opsnal Narkoba yang dipimpin oleh KBO Narkoba Ipda Eko Adhy berkordinasi dengan Kepling setempat untuk masuk ke dalam rumah dan tersangka ditemukan bersembuyi diatas Asbes rumahnya.

Petugas yang menggeledah seisi ruangan menemukan satu bungkusan plastik berisi sabu seberat 1,94 gram yang disembunyikan di celah- celah dinding papan rumahnya.

Saat ini ketiga tersangka masih menjalani pemeriksaan lanjutan di Satres Narkoba Polres Tanjungbalai, mereka dijerat dengan pasal 112, 114 dan 132 UU Narkotika tahun 2009 dengan pidana penjara diatas 5 tahun. (ck04/rah)

iklan usi