News

Rekanan PT Wika Belum Bayar Tagihan Rp290 Juta ke Pengusaha

ASAHAN, FaseBerita.ID – Sejumlah masyarakat dan pengusaha pemasok material tambang jenis tanah uruk untuk pengadaan material penimbunan tanggul pengendali air Sungai Asahan, mengeluh.

Pemicunya, proyek berbiaya ratusan miliar rupiah bersumber dari APBN melalui Kementerian PUPR Pusat di Desa Buntu Pane, ini akan dilaporkan ke pihak penegak hukum karena rekanan (subcon) PT Wika selaku penanggungjawab proyek belum membayarkan tagihan tambang sebesar Rp290 juta kepada pengusaha.

Hal ini diungkapkan Darwin didampingi Yanto selaku pengusaha galian C tanah timbun di Kecamatan Buntu Pane, Rabu (7/8/2019).

“Subcon PT WIKA yang berkantor di Kota Medan belum bayarkan tagihan tanah sekitar Rp 290 juta kepada kita selaku penyuplai tanak urug. Kita berharap situasi ini tidak berlarut-larut sebab sejumlah karyawan kita membutuhkan uang itu untuk keperluan hidup rumah tangganya,” kata Darwin (40) selaku pemilik usaha galian C kepada awak media.

Sementara, pihak PT Wika saat dikonfirmasi awak media di kantornya di Jalan SM Raja Kisaran mengaku, tanggung jawab pembayaran tagihan tanah urug itu kepada pihak subcon, bukan kepada PT WIKA.

“Kita serap keluhan ini, nanti kita sampaikan kepada pimpinan,” kata Dian dan Ilham pegawai PT WIKA. (ck-01/ahu)