News

Rekanan Proyek Revitalisasi Rumah Promosi Dinilai Arogan

Saat Pelaksanaan Pekerjaan Makan Badan Jalan

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Proyek Revitalisasi Rumah Promosi Produk IKM untuk sentra Makanan dan minuman di jalan Bahagia SIbolga senilai Rp4,2 mikiar sudah mulai dikerjakan. Namun, pihak rekanan CV Merry Lastiur yang mengerjakan proyek tersebut terkesan arogan, karena membuat pagar dibahu jalan yang sehari-hari dilintasi masyarakat.

“Hebat kali yang punya proyek ini, rekanan yang membangun tersebut ingin menunjukkan sikap arogannya. Padahal itu kan jalan umum, dengan seenaknya membuat pagar di bahu jalan. Ditambah lagi pagar yang dibangun diseberang jalan tersebut, ujung Jalan Sutomo, juga memakai badan jalan, sangat mengganggu dan merugikan warga pengguna jalan,” ujar salah seorang warga Sibolga P Simatupang, Minggu (18/8/2019).

Menurutnya, dengan kondisi tersebut pihak-pihak terkait justru tak mau ambil pusing untuk menegurnya, padahal itu sudah menyalahi aturan, terutama terkait pemakaian badan jalan.

“Jadi, kalau proyek pemerintah, memangnya ngak bisa salah? Kok arogan sekali. Lagian dana proyek yang besarnya Rp4 miliar mau bangun apa disitu dengan dana yang sebesar itu,” jelasnya sambil menggeleng.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sibolga bidang penertiban saat ditemui wartawan pada Jumat (16/8) menyampaikan bahwa pihaknya sudah pernah datang ke lokasi untuk mempertanyakan Ijin pembangunan tersebut.

“Namun pihak rekanan yang berada di lokasi tersebut menyampaikan bahwa itu adalah proyek pemerintah, dan ijinnya katanya diurus oleh Dinas Perindag, namun hingga saat ini memang kita belum tahu apakah ijinnya sudah keluar,” jelasnya.

Sementara itu, kadis Perindustrian dan Perdagangan (Kadis Perindag) Kota Sibolga Robinhod Panjaitan yang dikonfirmasi dengan bahasa meninggi menyampaikan bahwa itu merupakan proyek pemerintah.

“Itu kan proyek pemerintah, apa ngak bisa dipakai badan jalan?” jelasnya.

Saat ditanya tentang ijin yang akan diurus oleh Disperindag, Robinhod justru menyampaikan bahwa pihaknya sudah mengurus.

“Kita sudah urus itu,” jelasnya sambil berlalu, namun ketika ditanya apa sudah keluar, kadis perindag tidak lagi menjawabnya. (mis/osi)