News

Rekanan Ngotot Lanjutkan Pembangunan Pasar Sibolga Nauli

SIBOLGA, FaseBerita.ID– Pembangunan Pasar Sibolga Nauli yang menelan dana sebesar Rp61.846.401.244,34, ternyata dari awal sudah menuai masalah mulai dari keluarnya SPK yang telah ditunjuk oleh kementrian PU no.2.02/SPBBJ/PPPW-PS.NAULI/2020, TANGGAL 5 NOVEMBER 2020 kepada PT.TURELOTO BATTU INDAH.

Terutama menyangkut tenggat waktu pelaksanaan pekerjaan oleh penyedia untuk pelaksanaan pekerjaan ini yang diberi waktu 330 hari sejak diterbitkannya SPBBJ, sudah sangat minim. Bahkan Walikota Sibolga yang  lama Drs HM Syarfi Hutauruk sudah membatalkan relokasi para pedagang Pasar Sibolga Nauli yang sebelumnya menelan dana miliaran rupiah.

Namun begitu walikota baru dilantik, rekanan yang sudah memegang SPBBJ PT.TURELOTO BATTU INDAH langsung membuat gebrakan untuk memindahkan pedagang Pasar Sibolga Nauli tanpa adanya komunikasi yang baik dengan semua stake holder. Malahan, dengan arogannya menyerahkan relokasi tersebut ke dinas terkait, tanpa syarat dengan para pedagang.

Bahkan, pedagang ikjut diultimatum dengan mengatakan bahwa bulan April ini gedung Pasar Sibolga Nauli akan dirobohkan.

“Kok arogan sekali rekanan ini, seolah-olah komunikasi mereka tidak perlu untuk masyarakat Sibolga terkait pembangunan Pasar Sibolga Nauli. Di mana dengan bangganya mengatakan bahwa untuk pembangunan relokasi itu merupakan uangnya sendiri. Padahal, jika dia mengerjakan pembangunan Pasar Sibolga Nauli, tentunya itukan uang rakyat juga, mungkinkah itu uangnya sendiri kalau bukan keuntungan dari mengerjakan proyek ini yang juga uang rakyat,” jelas Ketua LSM Gembok Sibolga Tapteng Juan Lumban Gaol, Senin  (19/4) di Sibolga.
Dirinya menyayangkan banyaknya keluhan masyarakat terutama para pedagang yang kecewa dengan relokasi ini. Dirinya melihat seolah rekanan ini memaksakan kehendak dengan semua yang berurusan dengan pembangunan pasar ini.

“Oke, jika memang arogansi rekanan ini seperti itu, kita tunggu hasil kerjanya untuk pembangunan pasar ini. Jika memang sekiditpun nantinya ada kesalahan, dan jika terjadi masalah, kami akan kejar rekanan tersebut,” kata Juan sedikit kesal.

Sementara itu Direktur Operasional PT Tureloto Battu Indah, Nazwan yang dihubungi sebelumnya membenarkan bahwa proyek tersebut sempat tertunda.

Namun, pihaknya telah mendapat persetujuan dari Kementerian PUPR, terkait izin penundaan berupa perubahan waktu pelaksanaan pekerjaan atau contract change order (CCO) proyek.

“Waktu pelaksanaan pekerjaan Pasar Sibolga Nauli ini ditenggat hingga April 2022 mendatang,” kata Nazwan.
Terkait persiapan, pihaknya telah menyediakan bangunan kios sementara untuk pedagang yang direlokasi di Stadion Horas Sibolga dengan cara pinjam pakai.

“Kita sediakan 1.800 kios dan etalase untuk pedagang. Setelah pekerjaan selesai maka seluruh kios itu akan kita tarik kembali,” kata Nazwan.

Dia menambahkan, untuk fasiltas pendukung seperti MCK, listrik dan fasilitas umum lainnya disediakan oleh Pemda. (mis/fabe)

USI