News

Rekanan Larang Wartawan Ambil Foto Pasar Sibolga Nauli

SIBOLGA, FaseBerita.ID– Semakin menimbulkan tanda tanya besar bagi warga Sibolga terhadap rekanan yang membangun Pasar Sibolga Nauli  PT.Tureloto Battu Indah melalui Direktur Operasionalnya, Nazwan yang memerintahkan anggotanya untuk melarang wartawan mengambil foto bangunan Pasar Sibolga Nauli .

“Maaf Pak, tidak bisa mengambil foto,” kata salah seorang petugas yang ditempatkan di depan kantor Dinas Perhubungan Sibolga bermarga Sitanggang, Jumat (30/4) di luar pagar yang sudah dibangun PT.Tureloto Battu Indah di depan Kantor Dishub Sibolga yang memngakibatkan wartawan yang akan memotret bangunan pasar yang belum dirubuhkan menjadi terkejut.

Ketika wartawan mendengar perkataan tersebut langsung menanyakan kepada petugas tersebut apakah ada ketentuan atau aturan yang dibuat rekanan secara tertulis untuk melarang pengambilan foto, dan dijawab petugas?

“Itu perintah untuk kami Pak, tolong jangan diambil fotonya,” jelas petugas bermarga Sitanggang, dan langsung wartawan new tapanuli meminta petugas tersebut untuk memperjelas kepada pimpinannya terkait aturan larangan tersebut dan tidak berapa lama petugas yang dimaksud tiba di lokasi yang mengaku bernama Fikri.

“Memang dilarang mengambil foto Pak,” jelas Fikri, dirinya juga langsung menghubungi pimpinannya, dan masih-samar samar terdengar, Fikri mengeraskan volume HP-nya agar melarang mengambil foto dan menyerahkan HP ke wartawan new tapanuli untuk berbicara secara langsung. Namun saat bicara dengan wartawan New Tapanuli tiba-tiba saja mengatakan bahwa itu bukan kewenangannya dirinya hanya mengaku bahwa dia adalah ajudan dari Direktur Operasional dan wartawan langsung mengembalikan HP ke Fikri.

Sebelum Fikri menghubungi pimpinannya rekan-rekan wartawan lainnya langsung tiba di lokasi yang jumlahnya mencapai 7 orang, Fikri langsung menghubungi pimpinan keamanan, dan melalui telepon akhirnya, pimpinan keamanan memperbolehkan wartawan mengambil foto dari luar lokasi dan tidak masuk ke dalam.

Sementara itu, saat dikonfirmasi langsung dengan Direktur Operasional PT.Tureloto Battu Indah, Nazwan melalui telepon, yang bersangkutan langsung menyampaikan bahwa dia sedang rapat dan langsung mematikan HP-nya.
Dan, saat dikonfirmasi melalui SMS ke telepon seluler Nazwab soal larangan mengambil foto bangunan itu, sa,sampai saat ini tidak di balas.

Menurut salah seorang pemerhati Kota Sibolga, S Hutagalung (45) kepada New Tapanuli, usai kejadian tersebut menyampaikan keprihatinan atas awal kebijakan pimpinan PT.Tureloto Battu Indah yang melarang wartawan mengambil foto.

“Itu jelas-jelas sudah menghalangi pekerjaan wartawan sesuai UU no 40 tahun 1999 tentang Undang-Undang Pokok Pers dan kode etik jurnalis, walaupun pada akhirnya diberi izin memotret dari luar, namun itu tetap saja sudah melanggar aturan sesuai UU no 40 tahun 1999,” jelas dia.

Selain itu, dirinya juga mempertanyakan aturan yang dibuat oleh rekanan yang membangun Pasar Sibolga Nauli, kenapa justru melarang untuk memotret bangunan atau pekerjaan merobohkan bangunan itu. Berarti banyak yang disembunyikan oleh rekanan yang membangun Pasar Sibolga Nauli ini.

“Kita justru semakin tanda tanya besar, ada apa sebenarnya dengan pekerjaan ini, dan kita berharap Pemerintah Kota Sibolga bisa mengambil sikap tegas terhadap rekanan ini, agar tidak menimbulkan masalah di belakang hari,” terangnya. (mis/fabe)