News

Rehab Atap Gedung DPRD Labuhanbatu Rp1 M Lebih: Setahun Sudah Rusak

FaseBerita.ID – Proyek rehab atap kantor DPRD Kabupaten Labuhanbatu menelan dana APBD TA 2017 sebesar Rp1 miliar lebih. Disayangkan, besarnya anggaran tidak sebanding dengan kualitasnya. Pasalnya baru satu tahun, sudah rusak.

Kepala Bidang Perbendaharaan Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD) Kabupaten Labuhanbatu Noni membenarkan bahwa dana proyek rehab atap gedung kantor DPRD Labuhanbatu TA 2017 telah terealisasi sebesar Rp1.196.860,-.

“Dananya telah dicairkan 100 persen. Adapun, pencarian dananya secara bertahap. Tahap pertama pengerjaan 30 persen, dilakukan pencairan dana sebesar Rp359.058.000,” jelasnya kepada sejumlah wartawan, Senin (29/7/2019) di ruang kerjanya.

Kemudian, sambungnya, untuk tahap kedua 95 persen pengerjaan, dibayarkan sebesar Rp777.959.000, dan tahap ketiga merupakan dana perawatan 5 persen.

“Proyek tersebut dikerjakan oleh rekanan CV Merah Putih,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, kualitas proyek pembuatan plapon di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Labuhanbatu jelek.

Pasalnya, belum sampai dua tahun masa selesai pengerjaan plapon tersebut sudah rusak.

Pantauan wartawan, Sabtu (27/7/2019) pagi terlihat dua titik bagian plapon di dalam gedung tersebut jebol. Satu titik di dekat tangga naik dan satunya lagi di sudut kiri atas terlihat terbuka lebar.

Pada saat bersamaan, terlihat sejumlah pekerja akan memperbaiki kerusakan plafon yang rusak tersebut. Mereka mengaku disuruh, agar segera memperbaikinya.

Kepala Bagian Umum Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Labuhanbatu H Dame saat dikonfirmasi wartawan terkait hal itu, menganjurkan agar menanyakan perihal anggaran perbaikan plapon tersebut kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut.

“Kalau anggaran perbaikan plapon yang rusak itu, tanyakan ke PPK proyek tersebut di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Labuhanbatu,” ujarnya singkat kepada wartawan melalui seluler.

Sementara, asisten pengawas proyek tersebut dari Dinas PU PR Risfan, saat dikonfirmasi wartawan mengatakan bahwa, anggaran perbaikan plafon tersebut dari perawatan rutin kantor DPRD Labuhanbatu.

“Mungkin, anggarannya dari pemeliharaan rutin kantor DPRD,” balasnya singkat melalui Whatsapp pribadinya.

Baca juga: Proyek Plafon Gedung DPRD Labuhanbatu Diduga Asal-asalan

Namun, saat ditanya mengenai anggaran dan siapa pemborong yang mengerjakan proyek tersebut, Risfan tidak menjawab. Diduga, ia langsung memblokir kontak di whatsappnya.

Menanggapi hal ini, salah seorang tokoh muda Labuhanbatu Indra Rinaldi sangat menyesalkan rendahnya pengawasan dari pihak DPRD Labuhanbatu.

“Padahal di kantor pengawas pembangunan Labuhanbatu itu proyeknya. Tapi kualitas fisik pembangunannya tak bisa mereka kawal. Bagaimana mereka mau mengawasi kualitas proyek di luar gedung, kalau di dalam gedung mereka saja kualitas proyek rendah,” cetus Indra.

Selain itu, sambungnya, kita tahu di DPRD ada komisi D yang membidangi kualitas proyek. apa 45 anggota dewan plus puluhan staf di DPRD tak melihat plafon gedung yang rusak dan membiarkannya semakin parah.

“Atau memang dibiarkan kualitas jelek agar setiap tahun oknum di DPRD mendapat jatah proyek perawatan gedung,” sebutnya.

Indra menambahkan, setahu saya proyek perawatan gedung DPRD Labuhanbatu itu, merupakan dari APBD TA 2017.

“Kalau tidak salah, anggarannya sekitar Rp1,2 miliar. Kami berharap, pihak Kejaksaan Negeri Labuhanbatu dapat segera mengusut proyek tersebut,” tandasnya. (bud/rah)