News

RDP DPRD Tanjungbalai Ricuh, Ada Aksi Lempar Gelas

TANJUNGBALAI,FaseBerita.ID– Program Pemerintah Indonesia dalam memerhatikan kesehatan rakyat kurang mampu, salah satunya dengan memberi bantuan melalui program Kartu Indonesia Sehat (KIS) secara gratis. Namun sayangnya di Kota Tanjungbalai, sebagian besar penerima KIS gratis diblokir oleh pemerintah kota. Bahkan dari 45 ribu jumlah penerima KIS kini menjadi 20 ribu, sehingga menuai protes dan pembicaraan hangat masyarakat.

Beranjak dari persoalan, Komisi C DPRD Tanjungbalai menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilaksanakan di Aula Gedung DPRD kota setempat, Selasa (16/3) dengan memanggil instansi terkait di antaranya Asisten III Halmayantii, Kepala Dinas (Kadis) Sosial M Idris, Kadis Kesehatan Burhanuddin, Plt Dirut RSU Tengku Mansyur dan pihak BPJS.

Sedangkan dari pihak DPRD Kota Tanjungbalai dihadiri Ketua Komisi C Eriston Sihaloho dari Fraksi PDI Perjuangan Husaini Sinaga dari Fraksi Partai Berkarya Teddy Erwin dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Martin Chaniago dari Fraksi Partai Golongan Karya serta Nuriana Silaban dari Fraksi PDI perjuangan.

Dalam RDP tersebut Eriston Sihaloho selaku Ketua Komisi C menyampaikan rasa kekecewaannya kepada Pemerintah Kota Tanjungbalai yang tidak melaksanakan hasil musyawarah dewan pada tahun lalu, yakni sebelum melaksanakan penonaktifan KIS harus dilakukan terlebih dahulu Musyawarah Kelurahan (Muskel) agar masyarakat mengetahuinya.

“Tetapi kenyataannya, sampai saat ini masyarakat sama sekali tidak mengetahui bahwa telah dilakukan penonaktifan terhadap pengguna KIS. Sedangkan data yang diterima, untuk pengguna KIS bantuan Pemerintah Pusat berjumlah 70 ribu jiwa dan Bantuan Provinsi mencapai 1.300 jiwa. DPRD kemudian mencurigai ada permainan yang tidak baik dalam pengguna KIS tersebut,” ungkap Eriston dalam RDP.

Sementara itu politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Teddy Erwin mengecam keras tindakan dari Pemerintah Kota Tanjungbalai yang telah menonaktifkan KIS tanpa data yang akurat dan mengatakan bahwa Sekretaris Derah (Sekda) yang telah berulang kali diundang hadir ke gedung dewan tersebut tak pernah datang. Teddy dengan tegas menyampaikan agar Sekda jangan layas terhadap DPRD Kota Tanjungbalai.

Namun sebelum selesai kata-kata yang disampaikan politisi PKB ini, Kadis Sosial M Idris memotong pembicaraan anggota dewan tersebut untuk membela diri. Sehingga terjadi perseteruan kedua pihak yang akhirnya diwarnai kericuhan dengan emosi tidak tertahan dari anggota DPRD lain, yakni dari Partai Golkar Martin Chaniago serta dari Partai Berkarya Husaini Sinaga.

Bahkan ada anggota DPRD yang melemparkan alat pengeras suara serta gelas dari atas meja ke arah Kadis Sosial yang mereka tuding sebagai otak dari segala permasalahan yang menimpa masyarakat Tanjungbalai karena data yang tidak akurat serta data abal-abal. Akibat kericuhan tersebut, RDP pun belum membuahkan hasil.

Akan Minta Walikota Copot Kadis Sosial

Ricuhnya Rapat Dengar Pendapat (RDP) tentang pemutusan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dilaksanakan di gedung DPRD Tanjungbalai pada Selasa (16/3) menyebabkan nyaris terjadi baku hantam antara Kepala Dinas (Kadis ) Sosial M Idris dengan Anggota DPRD Fraksi Golkar Martin Chaniago serta Husaini Sinaga dari Fraksi Partai Berkarya.

Sehingga sidang rapat yang semula berjalan lancar dan tertib tersebut akhirnya bubar. Dari peristiwa tersebut, pihak DPRD Tanjungbalai, khususnya Komisi C merasa Kepala Dinas Sosial M Idris tidak pantas lagi menjabat karena dinilai tidak dapat melaksanakan tugas dengan baik. Yang mana masyarakat saat ini banyak yang ribut dan mengadu pada DPRD terkait penonaktifan KIS Madani untuk masyarakat miskin.

Dan dari hal tersebut, anggota DPRD Kota Tanjungbalai, khususnya Komisi C akan secepatnya meminta secara kelembagaan kepada Walikota Tanjungbalai untuk mencopot jabatan Kepala Dinas Sosial M Idris dari Jabatannya. Karena dinilai tidak mampu menjalankan tugasnya.

Teddy Erwin juga menuding Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungbalai, Yusmada, layas terhadap anggota DPRD Tanjungbalai karena tidak hadir saat rapat.

“Saya mengecam keras atas sikap Yusmada, Sekretaris Derah (Sekda) Kota Tanjungbalai yang telah berulang kali diundang hadir ke gedung dewan namun tidak pernah hadir. Seolah-olah Sekda telah melayaskan (mengabaikan, red) DPRD Tanjungbalai, khususnya Komisi C,” kesal Teddy, politisi Partai Kebangkitan Bangsa.(CK2)