News

Razia Warung Prostitusi di Tapteng, 4 Wanita Diamankan, Seorang Reaktif HIV

TAPTENG, FaseBerita.ID– Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tapteng gencar melakukan razia tempat usaha berkedok prostitusi pada Selasa (30/3) dini hari. Hal tersebut menindaklanjuti Instruksi Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani.

Operasi kali ini, Satpol PP berhasil menertibkan 4 orang Wanita Rawan Sosial (WRS). Mereka diamankan dari sebuah kafe milik MP di Kecamatan Pinangsori.

Demikian disampaikan Kepala Satpol PP Tapteng Jontriman Sitinjak SH melalui Kabid Satpol PP Panuturi Simatupang, SE dalam keterangan persnya, Rabu (7/4).

“Sesuai dengan instruksi Bapak Bupati Tapanuli Tengah Bapak Bakhtiar Ahmad Sibarani, kita berhasil menertibkan 4 orang WRS dari kafe atau warung tuak milik seseorang berinisial MP yang berlokasi di Kecamatan Pinangsori. Keempat orang yang ditertibkan itu berinisial LA (24) warga Kecamatan Kolang, MM (38) warga Rampah, DS (35) warga Pinangsori dan LAJ (27) warga Pinangsori,” terangnya.

Dari hasil pemeriksaan Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah terhadap kesehatan keempat WRS tersebut, salah seorang diantaranya reaktif HIV yakni LAJ.

Sekilas, Panuturi membantah tuduhan oknum yang tidak bertanggungjawab terhadap pihaknya, yang menyebut kalau Satpol PP Tapteng turut menahan anak dari WRS yang diamankan. “Itu tidak benar,” tegasnya.

Sementara yang sebenarnya, pihak keluarga WRS lah yang telah mengantarkan anak tersebut ke Dinas Sosial untuk bertemu dengan ibunya.

“Terkait berita di media sosial yang menyatakan Satpol PP Tapteng ikut menertibkan dan memasukkan anak salah seorang WRS itu ke sel Rumah Singgah Dinas Sosial Tapteng, kami nyatakan bahwa hal itu tidak benar dan ini merupakan fitnah yang sengaja dituduhkan kepada kami. Yang kami tertibkan adalah ibu dari anak tersebut, yang tertangkap tangan sedang berada dalam cafe atau warung tuak itu sebagai pelayan atau pekerja. Namun, pihak yang diduga sebagai pemilik cafe itu dan juga pihak yang diduga sebagai keluarganya mengantarkan anak WRS itu ke Dinas Sosial Tapteng. Selanjutnya, si anak tersebut dipertemukan dengan ibunya yang telah ditertibkan itu,” jelas Panuturi.

Sementara, menurut Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Fadriani Marbun S.Farm Dinas Kesehatan Tapteng, pihaknya akan melakukan pendampingan terhadap WRS yang dinyatakan reaktif HIV tersebut.

Tak hanya itu, pihaknya juga telah melakukan rapid antigen terhadap ke 4 WRS tersebut dan hasilnya negatif.

“Semua WRS itu non reaktif/negatif Covid-19. Namun, dari keempat WRS yang diperiksa itu, ada 1 orang WRS yang dinyatakan reaktif HIV. Terkait WRS yang HIV itu, Ibu Kadis Kesehatan telah mengarahkan pihak Puskesmas Pinangsori untuk menindak lanjuti pendampingan pasien,” terang Fadriani.

Kemudian lanjut Kabid Rehabilitasi Sosial Alberto Situmorang SE, MM didampingi Kasi Rehabilitasi Sosial dan Perdagangan Manusia Dede Saputra A.MF menimpali, LAJ akhirnya dikembalikan ke keluarganya untuk menjalani perobatan.

“Sedangkan 3 orang WRS lainnya saat ini, masih berada di Rumah Singgah Dinas Sosial Tapteng untuk mendapatkan pembinaan dari Dinas Sosial dan siraman rohani dari Kantor Kemenag Tapteng, sebelum dikirim ke Parawarsa Berastagi,” ungkap Alberto. (ts/fabe)