News

Raup Untung Rp60 Juta per Bulan, Pengoplos Gas Elpiji Dibekuk Polisi Asahan

FaseBerita.ID – Komplotan pengoplos gas elpiji subsidi 3 Kg ke dalam tabung 12 Kg ditangkap tim Satuan Tugas (Satgas) BBM Migas Polres Asahan. Aksi para tersangka ini berjumlah tiga orang, dan merugikan masyarakat karena dapat mengakibatkan kelangkaan gas. Dalam menjalankan aksinya, para pelaku ini bisa meraih keuntungan hingga Rp60 juta.

Bermula kasus ini terbongkar, dari kecurigaan petugas atas aktivitas di sebuah pangkalan elpiji yang berada di Pasar X Melintang, Dusun I, Desa Punggulan, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan, pada 20 Desember 2019 lalu.

“Setelah diselidiki, ternyata di pangkalan itu berlangsung kegiatan ilegal yang dilakukan tiga orang pekerja, yaitu sedang memindahkan isi tabung gas bersubsidi 3 kilogram ke dalam tabung elpiji 12 kikogram non subsidi,” kata Kapolres Asahan, AKBP Faisal Napitupulu kepada wartawan, Jumat (3/1).

Menurut Faisal, kegiatan mengoplos yang dilakukan para tersangka, selain merugikan konsumen, juga dapat menimbulkan kebakaran. “Modus mereka mengoplos gas dari tabung 3 kilogram dimasukkan ke dalam tabung elpiji 12 kilogram. Tujuannya untuk dijual lagi,”  terang Kapolres Asahan.

Adapun identitas para pekerja yang berhasil diamankan yaitu, Heri Irawan (29) warga Pasar Lembu Air Joman, Nanang Riadi (27) warga Punggulan Air Joman, dan MNH (16). Berdasarkan pengakuan para tersangka ini, mereka mengoplos elpiji ke dalam gas elpiji 12 kilogram non subsidi atas perintah Indra Sakti alias Een yang kini masih dalam buronan.

“Dari pengakuan tersangka, kegiatan ilegal ini mereka lakukan dalam satu tahun terakhir,” ungkap mantan Kapolres Nisel tersebut. Barang bukti yang disita dari lokasi di antaranya berupa 91 unit tabung gas Elpiji 3 kilogram kosong, 28 unit tabung gas elpiji 12 kilogram berisi, 53 unit tabung gas elpiji 12 kilogram kosong, serta 12 buah besi kuningan yang dilubangi bagian tengahnya.

Selain itu ada juga dua buah besi yang berlubang di bagian tengah, 30 buah potongan paku besi, satu buah timbangan duduk dan satu unit mobil Daihatsu Zebra BK 1930 VF. “Dari pengakuan tersangka, gas elpiji oplosan ini mereka pasarkan di rumah dan rumah makan. Sebulan mereka bisa dapat Rp 60 juta,” jelasnya. (per/ahu)

iklan usi