News

Rapidin Simbolon Bakal Tolak Hasil Rekapitulasi Perolehan Suara Pilkada Samosir

FaseBerita.ID – Diduga pelaksanaan Pilkada Samosir penuh dengan politik uang (money politic) mencapai Rp100 miliar. Calon Bupati Samosir, Rapidin Simbolon menyatakan akan menolak dan tidak akan menandatangani hasil rekapitulasi perolehan suara Pilkada Samosir yang akan ditetapkan KPU Samosir nantinya.

“Kami tidak akan menandatangani hasil pengumuman dari KPU karena kami melihat ada pembiaran dari penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) terkait dugaan politik uang yang sangat terstruktur, sistematis dan masif (TSM) yang beredar di masyarakat,” ungkap Rapidin saat menggelar konferensi pers Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Samosir, dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/12).

Menyikapi dugaan ada indikasi politik uang di Pilkada Samosir. Rapidin yang juga menjabat Bupati Samosir saat ini menggelar konferensi pers itu Rapidin Simbolo yang juga dihadiri oleh Wakil Bupati Juang Sinaga, Kapolres Samosir, AKBP M Saleh dan Kajari Samosir, Budi Herman.

Rapidin juga menyampaikan, DPP Partai PDI Perjuangan telah menyiapkan Tim Advokasi ke Kabupaten Samosir untuk melakukan investigasi terhadap berbagai pelanggaran dengan mengumpulkan berbagai data data yang konkrit dan sudah dihimpun dari 9 kecamatan di Kabupaten Samosir.

“Yang pasti partai pengusung kami sedang menyiapkan tim untuk melakukan investigasi dan kami akan terus menunggu hasil pengumuman akhir dari KPU,” tutur Rapidin.

Politikus PDIP ini juga mengaku telah menyampaikan berbagai informasi kepada Kapolres melalui whatsapp tentang adanya dugaan money politic selama proses pelaksanaan Pilkada berlangsung. Namun, Kapolres tidak meresponnya.

Meski demikian, Rapidin mengapresiasi berjalannya pelaksanaan Pilkada yang aman tanpa ada gesekan antarmasyarakat.

“Kami dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) menggelar temu pers, karena peran pers sangat vital terlebih berjalannya Pilkada Samosir yang aman, tertib dan kondusif,” kata Rapidin.

Kapolres AKBP M Saleh menjelaskan, semua persoalan pelanggaran Pilkada Samosir merupakan wewenang Bawaslu. Diakuinya, pihak kepolisian telah melakukan tugasnya, sehingga pelaksanaan Pilkada Samosir berjalan aman, damai dan lancar.

“Jika ada tindakan politik uang, adalah wewenang Gakkumdu yang didalamnya terdiri dari Bawaslu, Polisi, Kejaksaan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Tim Pemenangan paslon bupati Samosir nomor urut 2, Vandiko T Gultom-Martua Sitanggang (Vantas), Megianto Sinaga, ketika dimintai komentarnya terkait dugaan money politic yang dilakukan Tim Vantas, Megianto menjawab mari menjaga kesejukan politik di Samosir pasca Pilkada. (smg/fabe)

USI