News

Pupuk Bersubsidi Langka di Tanah Jawa

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Pupuk jenis Ponska, SP 36, Z A langka di wilayah Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun. Akibatnya petani kebingungan untuk mencari pupuk kebutuhan tanaman padi.

Sedikitnya ada sekiar 1.200 hektare lahan padi yang tersebar di Kecamatan Tanah Jawa, yang saat ini butuh untuk pupuk. Di sejumlah grosir penjual pupuk, tidak ada lagi stok pupuk jenis Ponska, SP 36, ZA bersubsidi.

Mereka beralasan langkanya pupuk tersebut lantaran belum turun dari pemerintah. Pengusaha pupuk ini juga mengaku bahwa harga pupuk bersubsidi yang mereka jual kepada masyarakat tetap sesuai dengan harga yagn ditetapkan oleh pemerintah.

Tumbur Tambulon (38), warga Nagori Tanjung Pasir mengaku sedang membutuhkan pupuk untuk tanaman padinya.
“Saya sudah cari di grosir pupuk. Semuanya tidak ada. Ada satu grosir yang menjual Ponska, itupun harganya sudah Rp170 ribu per sak. Biasanya harganya di sekitarkan Rp145 ribu,” katanya.

Terpisah, Nelson Simanjuntak koordinator PPL di Kecamatan Tanah Jawa mengatakan bahwa kouta untuk wilayah Simalungun sudah berkurang.

“Kita juga berharap dan memohon kepada pemerintah pusat untuk menambah kouta pupuk di wilayah Simalungun terutama jenis Ponska,  SP 36, ZA, lantaran petani padi di Kecamatan Tanah Jawa lagi membutuhkanya,” kata Nelson Simanjuntak.

Tidak hanya di Tanah Jawa, disejumlah toko pupuk juga mengatakan hal yang sama. Salah seorang pedagang pupuk di Pasar Horas mengaku bahwa pupuk bersubsidi memang langka dan belum turun dari pemerintah. (bis/pra)