News

Pulang Beli Sabu Ditangkap saat Menunggu Teman

FaseBerita.ID – Satuan Reserse Narkoba Polres Sibolga mengamankan seorang pria dari depan sebuah warung di Jalan Sutoyo Siswomiharjo Sibolga, Minggu (7/6) lalu sekira pukul 22.00 WIB.

Petugas menemukan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 1 paket kecil dari tangan pria yang diketahui berinisial HPH (42) tersebut.

Selanjutnya, pelaku digelandang ke Mapolres Sibolga berikut barang bukti, guna penyelidikan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan diketahui kalau HPH baru saja belanja sabu dari daerah Sibolga Julu.

Saat ditangkap, dia sedang menunggu temannya, yang janjian hendak mengkonsumsi sabu bersama.

“Sekira pukul 20.00 WIB, ketika HPH berada di rumahnya di Jalan Junjungan Lubis, Kelurahan Sibuluan Indah, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah, dihubungi oleh temannya, identitas telah dikantongi, melalui Hp.

Temannya mengajaknya untuk mengonsumsi sabu dengan paket Rp150 ribu. HPH kemudian pergi seorang diri ke Sibolga Julu membeli sabu. Setelah mendapat sabu, dia pergi ke tempat yang dijanjikan, di depan sebuah warung yang sudah tutup di Jalan Sutoyo Siswomiharjo. Dia menghubungi temannya dan mengatakan, aku sudah di sini, lama lagi kau datang. Temannya menjawab, sebentar lagi aku datang. Saat menunggu itulah, dia ditangkap,” terang Kapolres Sibolga AKBP Triyadi dalam keterangannya melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin, Sabtu (13/6) lalu.

Kepada penyidik, HPH mengaku, ini kedua kalinya dia dan temannya tersebut janjian mengkonsumsi sabu.

“Pertama, Kamis (4/6) sekira pukul 15.00 WIB, belanja dengan harga Rp150 ribu juga di Sibolga Julu dengan menggunakan uangnya. Dan Sabu telah habis dipakai di rumah temannya itu, di Simaremare Sibolga. Ini yang kedua kalinya,” ungkapnya.

Dari data kepolisian, ayah dua anak ini sebelumnya pernah dihukum dalam kasus yang sama pada tahun 2018. Dia dihukum selama 1 tahun di Lapas Tukka.

Usai menjalani pemeriksaan, HPH kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan kembali meringkuk di tahanan Polres Sibolga.

Karena telah melakukan tindak pidana narkotika sebagaimana dimaksud dalam pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009, tentang narkotika, tersangka diancam hukuman di atas 5 tahun.

Setelah HPH (42) berhasil ditangkap oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Sibolga, kemudian dilakukan pengembangan hingga berhasil menangkap pelaku lainnya, Senin (8/6) sekira pukul 00.30 WIB
Diterangkan, saat memeriksa handphone tersangka, polisi menemukan ada penggilan keluar ke nomor seseorang berinisial AHN (38).

Petugas kemudian memancing AHN, dengan memakai HP milik HPH untuk memesan sabu sebanyak 1 jie/gram.
“Ada panggilan keluar, yang diketahui petugas ada kaitan dengan narkotika. Kemudian dilakukan pengembangan dengan cara undercover buy. HPH disuruh menghubungi AHN dan memesan sabu sebanyak 1 jie/gram. Dijawab oleh AHN, nanti dikabari,” terang Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin.

Kemudian, tersangka HPH dihubungi oleh AHN, menyuruhnya datang ke suatu tempat di jalan SM Raja Sibolga.

“Petugas menyuruh HPH untuk mengatakan, oke saya datang,” ungkapnya.

Tiba di tempat yang dijanjikan, petugas dan HPH melihat AHN keluar dari sebuah gang. Tanpa berfikir panjang, petugas langsung menangkap dan menyita barang bukti.

“Kemudian, di Polres dilakukan tes. Urine HPH dan AHN positif mengandung amphetamine dan metamphetamine,” kata Sormin.

Dari hasil pemeriksaan, AHN yang merupakan warga Jalan SM Raja, Gang Aek Horsik, Kelurahan Aek Manis, Sibolga, tersebut mengaku memperoleh sabu dari seseorang di Pasar Ikan Jalan Balam Sibolga sebanyak 2 gram seharga Rp1.800.000, Sabtu (6/6) sekira pukul 13.30 WIB. “Identitas orang tersebut telah kita kantongi,” ungkapnya.

Dari catatan kepolisian, ayah tiga anak tersebut sebelumnya sudah 2 kali ditahan dalam kasus yang sama. Pertama pada tahun 2016, dihukum selama 1 tahun 6 bulan di Lapas Tukka. Kemudian, pada tahun 2018 dihukum selama 4 tahun, juga di Lapas Tukka.

Diketahui pula, AHN baru saja menghirup udara bebas setelah pemerintah memberikannya asimilasi karena dampak penyebaran virus Covid-19.

Usai menjalani pemeriksaan, AHN kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan kembali ditahan di RTP Polres Sibolga. Karena telah melakukan tindak pidana Narkotika sebagaimana dimaksud dalam pasal 114 ayat (1) Subsider pasal 112 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, tersangka diancam hukuman diatas 5 tahun. (ts)