News

Pukuli Karyawan, Adik Pemilik Toko Ponsel Dipolisikan

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID –┬áTak terima dipukuli, seorang karyawan Samsung, Selly (18) memutuskan menempuh jalur hukum. Ia melaporkan perbuatan pria berinisial A alias Aan (31) ke Polres Simalungun, secara resmi, Selasa (27/8/2019) sekira pukul 18.00 WIB.

Selly yang tinggal ngekos di Perdagangan itu membuat laporan pengaduan bersama orangtuanya warga Kisaran didampingi kuasa hukumnya, M Idrus Tanjung SH.

Diketahui pelaku Aan adalah adik pemilik toko Serba Jadi Ponsel yang berada Jalan Kartini, Kelurahan Perdagangan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun.

Korban Selly adalah Karyawan Samsung baru dua bulan ditugaskan di Toko Serba Jadi Ponsel Perdagangan itu, namun telah mendapat perbuatan tidak wajar, penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku Aan dengan cara memukuli dan menampar bagian kepala Selly sebanyak empat kali hingga mengalami luka lebam saat di toko Serba Jadi Ponsel Perdagangan milik Rina, Senin (26/8/2019) sekira pukul 19.00 WIB.

Ceritanya, sebelum kejadian, korban Selly ada persoalan sepele dengan istri Aan bernama Deby, masalah tempat duduk di dalam toko ponsel tersebut.

Dimana Selly bersama temannya duduk berada bagian depan, disuruh pindah ke belakang oleh Deby, namun korban Selly bersama temannya tetap tidak mau pindah.

“Gara-gara masalah tempat duduk kami digusur istrinya, sedangkan yang punya toko nggak ada masalah kami duduk di tempat itu, kami disuruh pindah kebelakang, tapi kami tetap nggak mau,” ujar Selly saat ditanyai awak media ini disela-sela membuat pengaduan.

Lanjut Selly, namun keesok harinya, tiba-tiba Aan datang menghampiri korban langsung membentak dan memukuli kepala korban sambil memaki korban dengan menunjuk jari ke arah kepala korban.

“Saya kira masalahnya sudah selesai, tapi esoknya suaminya, Aan datang langsung memaki-maki dan memukuli kepalaku empat kali. Padahal saya berurusan sama istrinya bernama Deby bukan sama Aan.Kalau sama saya cuma sekali aja tapi sama temanku pernah juga digituin dimarahin, dilempari aqua bahkan dilempar pake buku juga pernah,” pungkasnya.

M Idrus Tanjung, Kuasa Hukum Selly, saat ditanyai mengatakan bahwa pihaknya mengganggap perbuatan pelaku sudah tidak lazim dan tidak jamannya lagi.

“Klien kami sudah dianiaya dan perbuatannya tidak cuma sekali terkhusus dengan temannya juga pernah dilakukan dan perbuatan pelaku dianggap tidak lazim dan tidak jamannya juga seorang laki-laki melakukan penganiayaan terhadap seorang wanita,” sebutnya.

Sambung M Idrus Tanjung, apalagi bekerja di toko tersebut hanya gara-gara masalah sepele bisa sampai menganiaya korban hingga mengalami luka lebam.

“Gara-gara sepele kok bisa sampai menganiaya korban, nggak paslah menurut kami, makanya korban minta kami mendampingi sampai masalah ini kita adukan ke Polres Simalungun ini,” terangnya.

Petugas Sentral Pusat Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Simalungun, Briptu Novri saat ditanyai bahwa pihaknya bersama korban akan ke RS Rondahaim Pematang Raya untuk melakukan visum.

“Laporannya sudah selesai, sekarang korban mau dibawa visum ke RS Rondahaim, selanjutnya berkas laporan pengaduan akan kita serahkan ke Sat Reskrim,” ucapnya. (Mag05)