News

PT Timur Jaya Coldstorage Tanjungbalai Diadukan

TANJUNGBALAI, FaseBerita.ID – Perusahaan PT Timur Jaya Coldstorage Tanjungbalai yang beralamat di Jalan Garuda, Kelurahan Beting Kuala Kapias Kota Tanjungbalai, dilaporkan ke Dinas Ketenagakerjaan Kota Tanjungbalai mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) berhubung perusahaan tersebut tidak beroperasi lagi.

Koordinator dari seluruh karyawan/ti PT Timur Jaya Coldstorage, Usman Rizal didampingi sekretaris nya Faisal Nasution kepada wartawan, Jumat (19/7/2019) menjelaskan bahwa pihaknya telah berulang kali mengadukan hal ini tersurat kepada Kadis Ketenagakerjaan Kota Tanjungbalai tepat pada 5 Desember 2018 lalu namun sampai saat ini nasih kami belum terarah. Seperti terkesan hanya diimingi janji palsu.

Dan pada waktu itu, 21 Desember 2018 yang ditandatangani langsung Direktur PT Timur Jaya Coldstroge, William Yusuf menyebutkan dalam surat nya bernomor 032/TJC-TGB/XII/2018 bahwa perihal jangka waktu pembayaran PHK karyawan PT Timur Jaya ColdStorage di Tanjungbalai berisi menerangkan menunjuk kepada keputusan yang disepakati oleh seluruh karyawan PT Timur Jaya Coldsorage yang dikordinir oleh Dinas Ketenagakerjaan Kota Tanjungbalai dimana dalam surat keputusan tersebut disebutkan bahwa batas akhir pembayaran uang pesangon dan uang penghargaan UPMK Karyawan pada bulan Februari 2019.

Namun mengingat dana yang dibutuhkan cukup besar, disisi lain kondisi keuangan perusahaan saat ini sangat sulit dan untuk itu dengan sangat pengertian dari seluruh karyawan agar diberi waktu mencari sumber dana dari pihak ketiga untuk melunasi uang pesangon tersebut hingga akhir bulan maret 2019. Beber isi surat dari Direktur Perusahaan tersebut.

Sedangkan isi surat yang berstempel dan ditandatangani resmi pada tanggal 2 April 2019 oleh Direktur perusahaan PT Timur Jaya Coldstorage, Jakarta, William Yusuf dan komisarisnya Soeyadi Agus menerangkan kembali perpanjangan waktu pembayaran PHK Karyawan sesuai isi surat No.032/TJC-TTGB/XII/2018 pertanggal 21 Desember 2018.

Sebelumnya bahwa atas waktu pembayaran uang PHK seluruh eks karyawan PT TimurJaya Coldstorage telah kami sepakati sebelumnya akan dibayarkan pada akhir Maret 2019, namun karena sesuatu dan lain hal kesepekatan tersebut belum dapat kami penuhi.

Untuk itu kami menjadwalkan kembali pembayaran tersebut pada tanggal 10 April 2019 dan bila pada batas tanggal tersebut belum juga dapat kami selesaikan maka keputusannya kami serahkan kepada seluruh eks karyawan PT Timur Jaya Coldstorage untuk mengambil langkah yang sesuai ketentuan yang berlaku di Negara Republik Indonesia. Cetus isi surat dari Direktur ,William Yusuf.

Disambung koordinator Eks Seluruh Karyawan PT Timur Jaya Coldsorage mengesalkan sikap perusahaan dan dinas ketenaga kerjaan hingga sampai saat ini diketahui bahwa ketiga isi surat perihal dari perusahaan PT Timur Jaya juga ditembuskan kepimpinan Dinas Ketenagakerjaan Kota Tanjungbalai. Namun tak kunjung ada respon yang memuaskan.

Sementara, isi surat dari Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tanjungbalai Drs Rasyidin pada 10 Mei 2019 perihal pemanggilan ketiga kepada pimpinan PT Timur jaya Coldstorage Tanjungbalai/perwakilan (Suyadi Agus, Lily Kho,Wiliam Yusuf,Sariman) menyebutkan dalam rangka pelaksanaan Undang Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2004 tentang penyelesaian perselisihan hubungan industrial serta surat kadisnaker Nomor 560/198/Naker /2019 pertanggal 30 April 2019 perihal akan panggilan II dan surat pernyataan 1X Karyawan PT Timur Jaya Coldstorage Tanjungbalai perihal persetujuan dan kesedian untuk menerima pembayaran sebahagian pasangon dari hasil penjualan asset-aset yang masih tersedia yang bukan harta benda yang digunakan di Bank Mandiri baik itu harta bergerak maupun harta tidak bergerak lainnya.

Sehingga pihak Disnaker Tanjungbalai melakukan pemanggilan klarifikasi/mediasi ke III (penjelasan pembayaran sebagian pesangon dan rencana pelunasan pesangon selanjutnya).

Diketahui juga bahwa, pihak Dinas Ketenagkerjaan Kota Tanjungbalai dalam isi suratnya memberikan tembusan kepada Menteri Ketenaga kerjaan RI di Jakarta, Walikota Tanjungbalai (laporan), Dirjen PHI dan Jamsos Kemenker RI di Jakarta, Ketua DPRD Tanjungbalai, Kepala Dinas Tenaga kerja Provinsi Sumut dan Kapolres Tanjungbalai.

Namun sangat disayangkan hal itu tidak digubris pihak perusahaan PT Timur Jaya Coldstorage. Sehingga dengan itu, koordinator eks karyawan menyatakan meminta agar perusahaan PT Timur Jaya Coldstorage dapat membayarkan uang pesangon dan uang penghargaan /UPMK kami secara serentak sebesar 80 persen dari yang seharusnya diterima tersebut di bayar di bulan Februari 2019. (ck04)

USI