News

PT TBS Dituding Tidak Tahu Aturan, SBSI Tapteng akan Gelar Aksi Besar-besaran

TAPTENG, FaseBerita.ID – Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) menggelar aksi damai ke kantor PT Tri Bahtera Srikandi (TBS), di Desa Anggoli, Kecamatan Sibabangun, Tapteng.

Sekitaran 30 orang yang melakukan aksi damai. Mereka datang menggunakan mobil dan sepedamotor.

Namun aksi damai yang direncakan digelar sekitar pukul 10.00 WIB batal setelah pihak kepolisian yang melakukan pengamanan berhasil memediasi kedua belah pihak. Sekitar sepuluh orang perwakilan SBSI yang dikomandoi Ketua DPC SBSI Tapteng Binsar Tambunan diterima pihak PT TBS.

Dihadapan manajemen perusahaan, Binsar menyampaikan aspirasi anggota SBSI yang butuh pekerjaan. Menurut Binsar, selain fungsi bisnis, perusahaan juga harus mengutamakan fungsi sosial yakni mempekerjakan serikat buruh yang memiliki legalitas.

Selain itu, Binsar juga menyoroti surat lamaran dari beberapa putra daerah yang ditolak, sementara dari luar daerah banyak yang diterima. Ketidaksinkronan pihak perusahaan dengan masyarakat sekitar juga menjadi sorotan SBSI.

Hingga memasuki bulan kedua setelah beroperasi, pihak perusahaan belum melaksanakan sosialisasi ke masyarakat.

Menanggapi permintaan SBSI, PT TBS yang diwakili Manajer Khairuddin Siregar menyebutkan jika pihaknya baru saja beroperasi. Dibeberkannya, komposisi pekerja lokal di perusahaan yang ia pimpin berkisar 82 persen. Dari 116 jumlah karyawan yang ada hanya 16 orang yang berasal dari luar daerah.

Terkait keinginan SBSI untuk dilibatkan sebagai buruh bongkar muat di PT TBS, Khairuddin tidak menerimanya. Ia menyebutkan hanya membina dua serikat pekerja sesuai dengan arahan pimpinan dan yang telah mereka terapkan di berbagai anak perusahaan PT SAGO tersebut.

Sontak, tanggapan ini menuai protes dari SBSI. Binsar Tambunan menyebutkan jika Manajer PT TBS tidak tahu aturan. Padahal, sesuai dengan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang serikat pekerja menyebutkan jika kemerdekaan berserikat, berkumpul, mengeluarkan pikiran baik secara lisan maupun secara tulisan, memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan, serta mempunyai kedudukan yang sama dalam hukum merupakan hak setiap warga negara.

“Serikat pekerja adalah sebuah lembaga yang dibentuk oleh pekerja, dari pekerja dan untuk pekerja, yang tujuan utamanya adalah memperjuangkan kesejahteraan anggota dan keluarganya. Tidak boleh perusahaan membatasi jumlah serikat yang ingin bermitra,” jelas Binsar.

Namun, penjelasan Binsar tidak direspon oleh Kaihairuddin. Padahal dua serikat pekerja yakni SBSI 92 dengan SPTI yang saat ini bermintra dengan PT TBS, telah membuka ruang untuk pihak SBSI dengan berbagai kesepakatan dan persyaratan yang hampir disepakati.

Merasa pihak perusahaan telah mengangkangi undang-undang, Binsar menegaskan akan segera menggelar aksi demonstrasi di PT TBS dan di kantor pusat PT SAGO di Medan. Ia menegaskan Manajer PT TBS tidak mengerti aturan undang-undang.

“Dia tidak tahu aturan. Secepatnya kita akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran,” tegas Binsar.

Usai mediasi yang tidak mendapatkan kesepakatan itu, pihak SBSI meninggalkan lokasi pabrik yang bergerak pada pengolahan buah sawit itu dengan tertib. (ztm/osi)

iklan usi