News

PT STTC Bagikan Infrared Termometer ke Rumah Ibadah

SIANTAR, FaseBerita.ID – PT Sumatra Tobacco Trading Company (PT STTC) sangat mendukung upaya untuk pencegahan penyebaran Covid-19.

Keseriusan PT STTC ini diwujudkan dengan membagi-bagikan alat pengukur suhu tubuh (Infrared Termometer) ke rumah-rumah ibadah dan juga ke instansi pemerintah.

“PT STTC sangat serius dalam pencegahan dan memutus mata rantai Covid-19 di Pematangsiantar sekitarnya, karena itu sudah 94 Infrared Termometer yang dibagikan ke masjid, gereja, kuil, vihara dan kantor-kantor pemerintahan,”kata Erdi Wienata Humas PT STTC, Selasa (30/6/2020).

Erdi juga menjelaskan, sebelumnya juga PT STTC sudah membagikan alat semprot desinfektan kepada keluarhan-kelurahan dan masyarakat.

“Sebelumnya juga PT STTC sudah berbagi untuk masyarakat, baik penyemprotan desinfektan dan pembagian sembako (beras) yang dikordinir pengurus rumah ibadah,”jelas Erdi.

Dijelaskan Erdi, PTSTTC tetap mengutamakan dan mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah, baik setiap karyawan diwajibkan memakai masker, cuci tangan dan menjaga jarak.

Adapun 94 Infrared Termometer yang telah dibagikan diantaranya untuk Gereja HKBP Ressort Siantar Timur, HKBP Tapian Nauli Simalungun, Khatolik Santoambosius Simalungun, Vihara Avalokitesvara, Vihara Samiddha Bhagya, Vihara Vidya Maitreya, Sikh Tample (kuil agama Hindu), At-Taqwa Huta Silau Simalungun, Al-Ikhlas Kampung salak Simalungun serta ke kantor Disnaker Siantar juga Kantor Unit Pelayanan Pembuatan SIM Pematangsiantar.

Selain ke rumah ibadah, PTSTTC juga menyerahkan infrared termometer ke kantor Kecamatan Siantar Sitalasari, Siantar Timur, Siantar Barat, dan Siantar Barat.

Sementara itu St Darwan Saragih MPd, jemaat GKPS Ksatria menyampaikan terimakasih atas sumbangan PT STTC berupa dunia unit infrared thermometer untuk GKPS Diateitupa.

“Kami sampaikan terimakasih atas sumbangannya kepada jemaat GKPS Diateitupa. Dengan keberadaan infrared tersebut, jemaat bisa mengukur suhu tubuh sebelum melakukan aktifitas di gereja. Di masa pandemic covid-19 ini, bagi jemaat yang suhu tubuhnya tinggi dan orangtua, disarankan tidak ke gereja untuk sementara,” katanya.(rel/fi)

USI