News

PT CME Sumbang Kerusakan Terparah Jalan Parlilitan-Dolok Sanggul

HUMBAHAS, FaseBerita.ID – PT Citra Multi Energi (CME) disebut penyebab terbesar rusaknya jalan Parlilitan-Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).

Pasalnya, jalan kabupaten yang sebelumnya memang sudah kupak-kapik karena bertahun-tahun tak lagi mendapat perhatian dari pemerintah setempat, kini diperparah oleh bebasnya kendaraan over dimensi dan overload (melebihi ukuran dan muatan, red) pengangkut material proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) Sion milik PT CME yang sedang berlangsung di Peabalane, Desa Sion Selatan, Kecamatan Parlilitan.

Menurut pengakuan sejumlah warga Parlilitan, kejadian tersebut sudah berlangsung satu tahun. Truk-truk tersebut biasanya melintas dini hari secara periodik dua atau tiga minggu sekali. Dan jumlahnya tidak tanggung, sembilan sampai empat belas truk sekali melintas. Modus tersebut diduga untuk menghindari petugas, pun masyarakat.

Muatan setiap truk paling sedikit 20 ton.

“Itu bisa kita pastikan. Karna satu truk muatannya rata-rata 20 kantong semen. Satu kantong beratnya satu ton. Saya tau itu, karna anggota kita yang bongkar di lokasi proyek. Jadi, muatan 20 ton ditambah berat kendaraan lebih kurang dua belas ton. Totalnya tigapuluh dua ton,” ujar Oskan Hasugian, petugas SPSI setempat.

Kini kondisi jalan penghubung Parlilitan dengan ibukota Kabupaten Humbahas itupun semakin parah. Beberapa ruas jalan, seperti di Janji Hutanapa, Baringin Natam, Barati dan di beberapa ruas jalan lainnya amblas karna tidak kuat menahan beban. Sejumlah gorong-gorong pun ambruk, seperti di Sijukkang dan di Aek colling. Anehnya, tidak ada tindakan dari aparat berwenang.

“Bahkan yang di Baringin, nyaris tak bisa dilewati. Kalau dibiarkan terus ya, jalan kita pasti hancur,” ujar  Hutabarat, warga Huta Dalan, yang kesehariannya berprofesi sebagai pengemudi truk.

Senada dikatakan Cipon Tumanggor. Dia menambahkan situasi tersebut sudah berlangsung lebih dari setahun, tetapi pihak pemerintah Humbahas atau dinas perhubungan sepertinya bungkam. Tidak ada tindakan tegas bagi mereka yang jelas-jelas melanggar aturan. “Mungkin karena perusahaan besar makanya mereka (pemerintah, red) diam saja. Coba kalau seperti kami, pasti sudah ditindak,” sahutnya.

Sementara itu, Kadis Perhubungan Humbang Hasundutan, Jaulim Simanullang saat dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui keberadaan proyek dimaksud. Namun hal itu sudah jelas-jelas melanggar aturan.

“Karena jalan Parlilitan Dolok Sanggul adalah kelas tiga c. Dimana muatan sumbu terberat (MST) maksimum 8 ton. Jadi, pengangkutan matrialnya harus menggunakan Colt Diesel,” ujarnya melalui sambungan seluler.

Jaulim juga berjanji akan mengadakan pengawasan terhadap aktifitas kendaraan PT. CME.

”Kita harus mengawasinya. Izin lingkungan memang dari perizinan, tapi ada persyaratan-persyaratan dan tata cara pengangkutan di dalam izin yang diberikan oleh Dinas Perizinan. Terimakasih atas informasinya, akan kita turunkan staf untuk memantau,” kata Jaulim yang mengaku terburu-buru untuk mengikuti rapat. (sht)