News

PT Asuransi Inhealth Indonesia Disatroni Maling: 2 Pemuda Diamankan

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Polisi akhirnya berhasil meringkus pelaku pencurian di kantor PT Asuransi Inhealth yang terjadi Rabu (24/4) lalu. Keduanya, diamankan dari 2 lokasi yang berbeda. AS alias A (21) diamankan dari terminal Sibolga. Sementara, I alias R (23) diamankan dari sebuah warnet di jalan Santeong.

Dari tangan kedua warga jalan Santeong, Kelurahan Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Kota tersebut, polisi berhasil menemukan barang bukti hasil curian berupa 1 unit handycam.

Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja, melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin mengatakan, penangkapan keduanya bermula dari laporan Asmiah Suriah Siregar pimpinan PT. Asuransi Inhealth Indonesia cabang Sibolga.

“Jum’at (26/4) sekira pukul 12.00 WIB, Asmiah datang melapor ke Polres Sibolga. Dia melaporkan, Rabu (24/4) sekira pukul 8.00 WIB, ketika tiba dikantor di jalan SM. Raja nomor 27 B mendapat laporan dari karyawan bahwa kantor mereka telah dibongkar. Dengan cara merusak gembok. Setelah dichek diketahui telah hilang 1 unit handycam merk Sony type DCR-SX65E warna hitam silver yang sebelumnya diletakkan didalam lemari feling kabinet,” kata Sormin menjelaskan keterangan korban, Kamis (9/5).

Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya diperoleh informasi tentang keterlibatan kedua tersangka.

“Selasa (7/5) sekira pukul 22.00 WIB, tersangka kita amankan ketika berada di warnet di Santeong. Setelah dilakukan interogasi kemudian pada hari yang sama sekira pukul 23.00 WIB, telah diamankan AS ketika duduk-duduk di Terminal Sibolga,” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa AS merupakan pelaku utama, yang mencuri handycam dari kantor PT. Inhealth Indonesia cabang Sibolga. Sementara I, yang membantu AS menjualkan barang haram tersebut. Diterangkannya, menurut pengakuan AS, subuh itu, dia beraksi sendiri, masuk dengan cara merusak gembok kantor dengan menggunakan obeng. Setelah di dalam, dia kemudian mengambil handycam dari dalam feling kabinet.

“Dia beraksi sendiri,┬ásekira pukul 2.00 WIB, masuk ke dalam ruangan dengan cara merusak gembok dengan menggunakan obeng dan kemudian mengambil handycam dari lemari filing kabinet. Selanjutnya tersangka keluar dan menutup pintu kembali,” ungkapnya.

Lalu, lanjut Sormin menjelaskan, tersangka AS pergi membawa barang curiannya menuju pekuburan di Santeong. Kemudian handycam dibungkus plastik hitam dan menyembunyikannya di dekat kuburan dengan menutupnya menggunakan dedaunan. “Handycam disembunyikan di pekuburan, di Santeong,” terang Sormin.

Sekira pukul 8.00 WIB, AS mendatangi I, yang merupakan teman masa kanak-kanaknya dan menawarkan handycam tersebut.

“Ada kawanmu yang mau beli kamera, tanya AS kepada I. I kemudian menjawab, mana barangnya. Kemudian AS pergi ke tempatnya menyembunyikan handycam. Sekira pukul 11.00 WIB, dia kembali dengan membawa handycam. I bertanya, darimana kau ambil ini. AS menjawab, dari kota dan jangan dijual di daerah kota, jual saja ke Tapteng atau Sambas seharga Rp700.000,” kata Sormin menirukan percakapan keduanya.

I lantas.menjual handycam tersebut kepada seseorang seharga Rp700.000. Namun, kepada AS, I mengaku handycam tersebut terjual hanya Rp600.000.

“Dari harga jual, I beruntung Rp100 ribu. Kemudian, AS juga memberinya Rp150 ribu sebagai upah. Uang sudah mereka habiskan beli┬ámakan dan beli rokok,” pungkasnya.

Dari data kepolisian, AS merupakan residivis, yang pernah pernah dihukum sebanyak 2 kali dalam kasus yang sama. Pada tahun 2014, hakim memonisnya 6 bulan. Tahun 2016, hakim kembali memonisnya selama 1,5 tahun.

Keduanya kini ditahan di RTP Polres Sibolga. Tersangka AS diganjar dengan pasal 363 ayat 1 ke 3 dan 5. Sedangkan I, dikenakan pasal 363 ayat 1 ke 3 dan 5 Jounto pasal 55, dati KUHPidana dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun. (ts)