News

Proyek Penataan Parapat Dinilai Lamban

FaseBerita.ID – PROYEK Penataan Kawasan Parapat Kabupaten Simalungun terkesan lamban, padahal anggaran besar telah digelontorkan dari APBN tahun 2020 dan 2021. Proyek ini dimenangkan oleh PT WIKA dengan nilai Kontrak Pekerjaan Rp77.292.000.000 dari HPS Rp101.000.000.000.

Kontraktor Pelaksana PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WIKA) dengan Manajemen PT Yodya Karya (Persero), KSO PT Saranabudi Prakarsaripta dengan tenggat waktu 300 hari kalender dan sudah dua menteri mengunjungi proyek ini, namun progres pengerjaannya lambat.

Budi Sinaga (55), warga Parapat di salah satu Warkop depan Polsek Parapat, Selasa (16/2/2021) mengatakan, sudah dua menteri bergantian datang mengunjungi lokasi pengerjaan PT WIKA di Pantai Bebas Parapat itu. Tanggal 30 Desember 2020 lalu Sandiaga Uno Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) sudah mengunjungi proyek tersebut disusul dengan peninjauan Menteri Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan tanggal 12 Pebruari 2021.

Namun menurut Sinaga, masyarakat kesulitan mendapatkan informasi mengenai kemungkinan ‘masalah’ yang dihadapi PT WIKA dalam melaksanakan proyek di Parapat.

Diketahui bahwa proyek ini termasuk diantara Program Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dimana salah satu program prioritas nasional yang identik dengan pembangunan fisik dan infrastruktur dan PT WIKA menangkan tender pengerjaan Dermaga Pantai Atsari Hotel dan Pantai Bebas Parapat dan sejumlah proyek pembangunan Gapura di Jalan Lintas Parapat.

Toni yang disebut-sebut Penanggungjawab PT WIKA di Parapat, ketika ditanya terkait progres proyek, juga tidak memberikan informasi. (aos/fabe)