News

Proyek Pamsimas di Desa Sei Tempurung Terbengkalai

Kabid Perkim: Dana Proyek Bukan dari APBD Asahan

ASAHAN, FaseBerita.ID – Bangunan Proyek Program Nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Desa Sei Tempurung, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan, terbengkalai.

Kepala Bidang Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Asahan membantah proyek itu bersumber dari dana alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Asahan. Hal ini ditegaskan Kabid Berkim Asahan YS di ruang kerjanya saat disambangi wartawan dan LSM di Kisaran, Senin (17/6/2019).

“Nol rupiah untuk pembangunan Pamsimas di Desa Sei Tempurung. Jika proyek itu gagal bukan tanggung jawab Pemkab Asahan. Tanya saja Kepala UPT Pamsimas di belakang Kantor Dinas Pendidikan Asahan, karena mereka yang bertanggung jawab penuh soal itu. Sebelumnya, saya ucapkan terima kasih kepada wartawan dan LSM untuk menyampaikan situasi ini ke kami (Dinas Perkim, red),” tegasnya. Terpisah, Kepala UPT Husen, kepada awak media menyayangkan sikap Kabid Perkim yang membantah proyek Pamsimas di Desa Sei Tempurung berasal dari anggaran APBD Asahan.

“Padahal dia (Kabid Perkim, red) mengetahui jika proyek itu dianggarkan APBD Asahan sekira 250 juta rupiah pada anggaran TA 2017 lalu. Saya tak bisa habis pikir melihat sikap pejabat Perkim Asahan,” sebutnya. Selain itu, Husen juga menerangkan, proyek ini mengalami sejumlah kendala seperti faktor alam yang tidak mendukung, sehingga proyek itu belum bisa dinikmati masyarakat hingga tahun 2019.

Mahyudin selaku Ketua Lembaga Badan Investigasi Nasional (BIN) Asahan, berharap polisi mengusut dugaan korupsi di Dinas Perkim. Pasalnya, jika proyek itu berasal dari APBD kenapa harus ditutupi Kabid. “Jangan-jangan dugaan korupsi benar terjadi hingga proyek itu terbengkalai,” katanya.

Sebelumnya, di Desa Sei Tempurung, kepala desa setempat sempat mengeluhkan proyek ini, karena dari tahun 2017 hingga 2019 proyek belum bisa dinikmati masyarakat. Pantauan awak media,  proyek Pamsimas ini tampak seperti ‘sarang hantu’ dimana seratusan pipa berserakan di lokasi proyek. (cr-1/ahu)