News

Pria yang Ditemukan di Bah Bolon, Ternyata Pemancing Bernama Marlon Pakpahan

FaseBerita.ID – Jenazah pria yang ditemukan sekelompok anak-anak di Bah Bolon ternyata Marlon Pakpahan (61). Kakek yang dikenal lelaki mempunyai hobby memancing yang tinggal di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Aek Nauli, Kecamatan Siantar Selatan.

Marlon ditemukan warga dalam kondisi nyangkut di batu aliran sungai bahbolon. Persisnya di Jalan Simbolon Gang Setia, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat.

Informasi dihimpun, korban tewas setelah diduga terpeleset dan hanyut, Kamis (19/3) sore sekira pukul 18.00 WIB. Korban juga sudah memiliki empat orang anak dari sang istri Boru Nainggolan.

Penemuan itu pertama kali dilihat oleh Anak-anak dan salah seorang warga bernama Timbul Irwandi (40), yang merupakan warga setempat.

Dimana sore itu Timbul lagi mandi di sungai Bah bolon. Saat sedang asik mandi, Timbul Irwandi melihat mayat Marlon yang saat itu belum diketahui identitasnya nyangkut di batu besar dialiran sungi bahbolon itu.

Selanjutnya, Timbul Irwandi dan beberapa orang saksi yang ada dialiran sungai bahbolon langsung memberitahukan kepada Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat Noveli Sirait.

Sehingga RT memberitahukan ke Polsek Siantar Barat. Tak lama kemudian, Kapolsek Siantar Barat IPTU Esron Siahaan bersama Kanit Reskrim IPDA Jhon Purba, dan personil piket datang ke lokasi.

Tidak itu saja, sejumlah pegawai Badan Penanggulangana Bencana Daerah (BPBD) Kota Siantar. Juga turun kelokasi kejadian dan mengevakuasi jenajah Marlon ke ruangan jenajah RSUD dr Djasamen Saragih untuk visum.

Disana juga terlihat Kasat ResKrim Polres Siantar IPTU Nur Istiono, SIK bersam Tim Inafis yang datang keruangan jenajah melakukan pencarian identitas dengan cara melakukan tes sidik jari.

Tetapi, udentitas Marlon tidak berhasil ditemukan karena pembuatan KTP tidak menggunakan E-KTP. Malam harinya sekira pukul 20.30 WIB. Tim Opsnal Unit Jahtanras Satres Krim yang ikut turun menangani.

Langsung melakukan pencarian, dan berhasil menemukan identitas sekaligus keluarga korban.
Sekaligus menyuruh keluarganya untuk datang ke ruangan jenazah.

Sampai di ruang jenazah, Boru Nainggolan, istri Marlon dan seorang putrinya Natalia boru Pakpahan (16) menolak dilakukan otopsi. Melainkan membuat surat pernyataan tidak keberatan.

Karena Marlon ditemukan sudah dalam keadaan tewas, murni akibat terpeleset saat memancing dan hanyut dialiran sungai Bah Bolon.

“Keluarga sudah membuat surat pernyataan tidak keberatan, karena Marlon Pakpahan murni tewas akibat terpeleset saat memancing dan hanyut dialiran sungai bahbolon,” kata Kanit Jatanras A Reskrim Polres Pematang Siantar IPDA Wilson Panjaitan saat diwawacarai.

Dikatakannya, dari hasil olah TKP tidak ditemukan tanda tanda mencurigakan. Tidak ada sama sekali ditemukan tanda-tanda berupa luka kekerasan ditubuh korban.

Sementara, Natalia boru Pakpahan, salah satu putri Marlon diruangan jenajah sangat terpukul kehilangan Marlon sebagai sosok bapak yang sangat disayanginya untuk selama lama nya.

Dimana pagi harinya, sekira pukul 10.00 WIB. Bapaknya (korban-red) itu, meminta uang sebesar Rp 50 ribu ke anaknya dan melanjutkan pergi dari rumah untuk pergi memancing.

“Tadi pagi Bapak minta uang Rp50 ribu samaku dan bapak pergi mancing. Bapak bilang minum obat mu, nang dan ku minum nya obat ku pak. Bapak bilang jangan malas sekolah, selalu nya pergi aku sekolah Pak,” ujar putri korban sedih.

Lebih lanjut, anak korban mengatakan,” Masih segini umurku pak, tapi Bapak sudah pergi tinggalkan kami selama lamanya,” kata Natalia yang masih duduk dibangku kelas III SMA itu tak henti hentinya menangis.

Jenajah Marlon Pakpahan sudah dibawa pulang disemayamkan dan direncanakan sekitar tiga hari ke depan akan dimakamkan. (Mag-03)

USI