News

Presiden Jokowi: Izin Perusahaan Perusak Danau Toba Bisa Dicabut

FaseBerita.ID – Sebelumnya Presiden Joko Widodo juga mengunjungi Destinasi Geosite Sipinsur, Desa Pearung, Kecamatan Paranginan, Kabupaten Humbang Hasundutan, Senin (29/7/2019).

Dalam kunjungan kerjanya ke daerah Tapanuli tersebut, Sipinsur merupakan tempat yang pertama dikunjungi setelah landing di Bandara Internasional Silangit.

Presiden didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta rombongan tiba di Sipinsur sekira pukul 17.22 WIB.

Tampak Menteri Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Pariwisata Arif Yahya, Gubsu Edy Rahmayadi, Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor ikut dalam rombongan RI 1 tersebut.

Di sela-sela kunjungannya, Jokowi kebanyakan membahas tentang pembangunan untuk Danau Toba sebagai destinasi wisata berkelas. Untuk itu, dibutuhkan perencanaan dan pengelolaan yang serius. Dikatakan, Danau Toba memiliki 28 destinasi. “Destinasi Danau Toba dilihat dari sisi airnya, alam, budaya dan sejarah,” ujar Jowowi.

Jokowi juga menjelaskan untuk mencapai tujuan dimaksud, kelestarian lingkungan juga menjadi salah satu faktor pendukung. Karenanya, lingkungan akan diperbaiki dengan total, sehingga Danau Toba menjadi salah satu destinasi prioritas yang wajib dikunjungi. “Infrastruktur jalan yang mengelilingi Samosir akan mendapat perhatian,” katanya.

Dijelaskannya, memperbaiki dan membangun Danau Toba menjadi tujuan wisata diperlukan investasi dengan pendanaan kombinasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang cukup besar yang bergerak secara terintegrasi, sehingga Danau Toba menjadi destinasi yang benar-benar berkelas.

Terkait rencana pemerintah untuk menertibkan keramba jaring apung dan perusahaan yang merusak sekitar Danau Toba, dengan tegas Jokowi mengatakan, akan mencabut izin perusahaan apabila ditemukan perusahaan yang merusak lingkungan.

“Akan dicabut izinnya. Demikian pula dengan KJA. Keramba mana yang akan ditertibkan, keramba yang tidak pro dengan rakyat. Akan dicari solusinya,” jelasnya.

Lebih jauh Jokowi mengungkapkan, apabila basic Danau Toba sudah kelihatan, maka peluang investasi akan berdatangan. “Pengerjaannya tetap dilaksanakan. Direncanakan akan rampung pada tahun 2020,” lanjut dia. (sht)