News

Pra Rekonstruksi Pembunuhan Siswi SMK: Dianggap Meninggal, Kristina Diseret ke Pohon Bambu

TAPUT, FaseBerita.ID – Diamankan polisi beberapa jam setelah ditemukannya jenazah Kristina br Gultom di area kebun di Dusun Sitolu-tolu, Desa Hutapea Banuarea, RH kemudian menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Taput. Terakhir, pria yang bertetangga dengan korban itu dibawa kembali ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk pra reka ulang. Di sana, ia langsung dimaki, dikejar dan nyaris dipukul warga.

Seperti yang terpantau, Rabu (7/8/2019) sekira pukul 12.00 WIB. Kehadiran RH di TKP  menyulut emosi warga. Saat itu masyarakat yang beberapa hari belakangan mencurigainya terkait kematian Kristina br Gultom, mengaku semakin yakin bahwa RH-lah penyebab meninggalnya pelajar SMK Karya Tarutung yang sedang PKL di kantor Dinas Pemuda dan Olahraga  Taput tersebut.

Meski tidak dapat melihat semua adegan pra reka ulang karena posisi TKP tertutup pohon dan rerumputan, namun teriakan berbunyi makian dan ajakan untuk memukul RH terus terdengar dari warga di lokasi. Aparat kepolisian terlihat terus berjaga untuk mencegah massa memasuki TKP.

Bahkan usai pra reka ulang, warga terlihat ingin menyerang RH saat dibawa masuk ke mobil. Beberapa warga yang emosi tampak berlari menghampiri. Namun aparat kepolisian dengan sigap mengamakan dan membawa RH kembali ke Mapolres Taput.

Kepala Satuan Reskrim Polres Taput Ajun Komisaris Polisi (AKP) Zulkarnaen saat dikonfirmasi mengatakan, dibawanya RH ke TKP untuk melaksanakan pra reka ulang kasus pembunuhan terhadap Kristina br Gultom. “Pra reka ulang dilakukan guna menguatkan proses penyelidikan mengungkap pelaku dan penyebab kematian Kristina br Gultom,” terangnya.

Lebih rinci ditanyakan soal pra reka ulang tersebut, Zulkarnaen menjawab  ada sebanyak 30 adegan yang diperagakan ulang di TKP. “Adegan terakhir yang diperagakan saat korban dianggap meninggal dan kemudian  diseret ke bawah pohon bambu yang dianggap aman dan tidak akan diketahui orang lain,” kata Zulkarnain.

Namun ia belum dapat menjelaskan lebih jauh ketika ditanyakan soal status dari RH. “Besok saja ya keterangannya yang lebih rinci,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Kristina br Gultom, Warga Desa Hutapea Banuarea ditemukan orangtuanya Sardi Gultom beserta warga dalam keadaan meninggal dengan kondisi tidak berpakaian  di area perladangan di Dusun Sitolu-tolu, berjarak sekitar 300 meter dari kediamannya, Senin (5/8/2019) sekira pukul 08.00 WIB.

Awalnya, Sardi Gultom dibantu warga mencari putrinya yang tidak pulang ke rumah sejak pergi keluar, Minggu (4/8) sore.

Berdasarkan informasi dari masyarakat yang melihat adanya sepedamotor parkir di pinggir jalan dekat TKP, Sardi dan warga pun menyisir area perladangan hingga akhirnya mereka menemukan jenazah Kristina br Gultom. Tidak lama dari penemuan jasad korban, polisi mengamankan RH yang dicurigai sebagai pelaku. RH diamankan dari persawahan di desa tersebut. (as)

iklan usi