News

PPPK Bakal Menerima Hampir Rp9 Juta, Guru Paling Banyak

JAKARTA, FaseBerita.ID – Sebanyak 638 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sudah menerima NIP dan SK sejak 22 Februari 2021.

Surat perintah menjalankan tugas (SPMT) mereka dihitung per 1 Februari 2021 dengan masa kontrak lima tahun. Dimulai 1 Januari 2021 sampai 31 Desember 2025. Namun, Februari dan Maret mereka belum akan menerima gaji bulanan.

Menurut Icha, PPPK perawat, mereka akan menerima gaji perdana pada April mendatang. “Kami terima rapelannya April 2021 dihitung mulai Februari. Jadi kami terima tiga bulan (Februari, Maret, April). Mungkin ini karena masalah anggaran,” kata Icha kepada JPNN.com, Rabu (24/2). Walaupun nanti terima gaji dan rapelan pada April, Icha dan sesama tenaga kesehatan lainnya tidak galau.

Lantaran mereka masih menerima gaji Januari 2021 sebagai honorer K2. Sedangkan mulai bulan ini sampai April sudah berhak mendapatkan gaji PPPK meski akan dirapel. “Alhamdulillah masih digaji Januari. Kalau bulan ini sampai April kan dibayar sekaligus nanti,” ucapnya.

Icha yang juga pengurus Perkumpulan Honorer K2 Indonesia (PHK2I) Kabupaten Brebes mengungkapkan, dari laporan kawan-kawannya guru PPPK maupun penyuluh, mereka tidak digaji lagi sejak Januari 2021. Sehingga cukup menyulitkan mereka karena harus “berpuasa” tiga bulan, hingga menerima gaji perdana plus rapelan bulan April.

“Perawat rutin dibayarkan gajinya. Kalau guru dan perawat sejak Januari sudah enggak digaji lagi. Begitu infornasi yang disampaikan teman-teman PPPK,” ucapnya. Karena tidak digaji Januari, guru PPPK dan penyuluh terpaksa harus cari utangan untuk menutupi kebutuhan hariannya. Perjanjiannya dibayarkan setelah menerima rapelan gaji April mendatang.

“Kalau gaji guru PPPK kan lumayan banyak Rp 2,9 jutaan dikalikan tiga bulan (Februari, Maret, April). Belum lagi tunjangannya banyak. Untuk sementara ini bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian,” tandasnya.

Untuk diketahui, 638 PPPK Brebes yang diangkat terdiri dari 508 guru, tenaga kesehatan 70 orang, dan 60 penyuluh pertanian.(esy/jpnn/fabe)