News

Ponpes Darul Ikhlas H Abdul Manap Siregar Gelar Tasyakuran dan Mulai Go Internasional

SIDIMPUAN, FaseBerita.ID – Sewindu sudah usia Pondok Pesantren Modern Darul Ikhlas H Abdul Manap Siregar, semenjak diresmikan.

Senin (23/6/2019) kemarin, diingati dengan tasyakuran dan tablig akbar sekaligus penyantunan anak yatim dari berbagai desa di sekitar ponpes yang beralamat di Jalan Mandailing KM 10, Desa Goti, Kecamatan Padangsidimpuan (Psp) Tenggara, Kota Psp.

Pendiri dan Pembina Yayasan Al-Ikhlas H Abdul Manap Siregar, Hj Nur Aini Pane menuturkan bila dalam usia sewindu ini, Darul Ikhlas H Abdul Siregar telah membuka pendaftaran untuk calon santri-santriyah baru dan di antaranya ada yang berasal dari negeri jiran, Malaysia.

“Dan ananda kita itu akan tinggal di sini dengan visa belajar,” ungkapnya dalam kegiatan yang juga dihadiri Walikota dan Wakil Walikota, Kapolres dan Ketua MUI Kota Psp. Serta dari Badan Silaturahmi Pesantren Sumatera Utara (BSPSU) Kota Psp dan Kabupaten Tapanuli Selatan.

Sebagai pendiri, Nur Aini sangat mengapresiasi santri-santriyahnya yang berprestasi dan mendorong mereka untuk terus berlomba dalam meraihnya. Secara akademik, Ia pun memberi beasiswa untuk calon santri yang mendapat peringkat di Ujian Nasional, bebas biaya sekolah.

Selain itu, santri yang menjadi juara umum, biaya sekolah setahun ajaran hanya akan dikenakan 50 persen dari kewajiban semestinya. Termasuk pula untuk juara-juara di kelas masing-masing.

Sesuai urutannya, 50, 40 dan 30 persen pengurangan biaya. Pada non akademik, keringanan biaya pendidikan itu juga berlaku jika santri/santriyah berhasil menjuarai perlombaan baik di bidang olahraga maupun yang lainnya.

Hj Nur Aini pun berharap, dan terus berupaya dalam meningkatkan mutu pendidikan termasuk dengan cara meningkatkan sarana dan prasarana belajar, di Ponpes yang dibangun dari dorongan untuk mengenang mendiang sang suaminya itu. Itu tak lepas dari cita-citanya semula, membawa generasi yang berakhlak dan berilmu tinggi.

“Pulang pergi, Surabaya ke Jakarta dan ke Pesantren ini sebelumnya saya rasa mustahil. Tapi Allah memberikan keringanan, dan telah menjadi kesenangan dapat bertemu dengan ananda santri-santriyah disini,” ungkapnya, yang setelah itu melanjutkan penyerahan santunan kepada 46 anakyatim dari tiga desa sekitar Ponpes, yakni; Goti, Manegen dan Manunggang Jae.

Walikota Psp, Irsan Efendi Nasution dalam sambutan mengungkapkan, ia pun sebagai orangtua, merasa jasa pendidikan sekolah berbasis islam seperti ponpes ini, sangat berhasil mencetak generasi bangsa. Dan katanya, peran pesantren juga bukan saja mencetak generasi yang agamawan, namun juga negarawan.

Ia juga berterimakasih, sesungguhnya kata dia, Pondok Pesantren ini telah membantu tugas pemerintah dalam memajukan pendidikan di Kota Padangsidimpuan. Dan untuk Ketua Yayasan Al-Ikhlas H Abdul Manap Siregar, H Akhiril Pane. Walikota Psp menaruh harapan, dapat membawa pesantren menjadi contoh model pendidikan ke depannya.

“Saya sudah lama mengenal adinda Akhiril Pane ini. Dibawah pimpinan adinda Akhiril Pane ini, saya yakin dia bisa membina pesantren ini menjadi teladan. Apalagi adinda ini sudah doktor, di bidang pendidikan. Pondok Pesantren dipimpin seorang doktor. Saya percaya bisa memajukan mutu pendidikan dan menghasilkan generasi santri yang negarawan,” ungkapnya.

Dalam tasyukuran itu, Ustadz Riza Muhammad hadir sebagai penceramah. Ustadz ini mengajak untuk tetap menjaga ukhuwah islamiyah, terus bersyukur, mendekatkan diri kepada Allah serta terus menjalin silaturahmi.

Terakhir, Ketua Yayasan, H Akhiril Pane menerangkan, bila Pondok Pesantren Darul Ikhlas H Abdul Manap Siregar telah memiliki alumni dari tingkatan Tsanawiyah dan Aliyah, dan akan terus mengukir sejarah perkembangan pendidikan keagamaan di kota Padangsidimpuan dan Tabagsel.

“Demi menciptakan generasi penerus bangsa yang berilmu tinggi dan berakhlakul Karimah,” tuntasnya. (san)