News

Polri Diminta Siaga di Daerah Kerawanan Tinggi

FaseBerita.ID – Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) angkat suara terkait diluncurkannya Indeks Kerawanan Pemilu (IKP). Dia meminta agar Badan Pengawas Pemilihan Umum RI (Bawaslu) meningkatkan pengawasan menjelang dan saat pelaksanaan pemilu 2019, terutama di 15 daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

“Sehingga pemilu 2019 dapat sepenuhnya berjalan dengan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (Luber Jurdil),” ujar Bamsoet kepada wartawan, Rabu (10/4). Selain itu, Bamsoet meminta Polri untuk segera mengerahkan prajuritnya untuk berjaga. Supaya tidak terjadi konflik di daerah rawan.

“Mendorong kepolisian untuk menyiagakan aparatnya dalam mengawasi dan menjaga daerah-daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi dalam pemilu 2019, agar keamanan di daerah-daerah tersebut dapat terjaga dengan baik,” imbuhnya.

Politikus Partai Golkar itu juga mendorong Komisi Pemilihan Umum RI (KPU) untuk melakukan kordinasi dengan jajaran di bawahnya. Seperti petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan petugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) agar menjaga integritasnya selama pemilu berlangsung.

“Sehingga tidak mudah terprovokasi maupun terhasut oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku,” pungkas Bamsoet.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Abhan mengatakan, skor IKP 2019 dalam skala nasional berada pada kategori kerawanan sedang yaitu 49,63. Namun, skor kerawanan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota masih berada di atas rata-rata nasional.

Abhan mengatakan, dari empat dimensi yang diukur, dimensi penyelenggaraan yang bebas dan adil memiliki skor kerawanan paling tinggi yaitu 54,22, disusul dimensi kontestasi dengan skor 53,81.

Untuk itu, perhatian dalam pengawasan dan penanganan lebih harus diberikan dua dimensi tersebut. Adapun, pada skala provinsi, Provinsi Papua adalah provinsi dengan skor IKP paling tinggi sebesar 55,08 (29 kabupaten/kota).

Selain Papua, ada 15 provinsi lain yang skor IKP-nya lebih tinggi dari rata-rata skor nasional. Ke-15 daerah itu adalah Aceh (50,27), Sumatera Barat (51,72), Kepulauan Riau (50,12), Jambi (50,17), Bengkulu (50,37), Banten (51,25), Jawa Barat (52,11), dan Jawa Tengah (51,14). Kemudian, Daerah Istimewa Jogjakarta (52,67), Kalimantan Utara (50,52), Kalimantan Timur (49,69), NTT (50,76), Sulawesi Utara (49,64), Sulawesi Tengah (49,76), dan Sulawesi Selatan (50,84). (jpg)

iklan usi