News

Polres Tapteng akan Gelar Rekonstruksi Dugaan Pembunuhan Istri Oknum TNI

FaseBerita.ID – Kasus dugaan pembunuhan terhadap istri oknum TNI hingga kini masih menjadi misteri di kalangan masyarakat Tapanuli Tengah dan sekitarnya, paca ditemukanya tulang belulang oleh seorang pencari kayu bakar pada Rabu (20/5) lalu. Diduga tulang belulang itu milik istri oknum TNI yang suaminya bertugas di Korem 023/KS.

Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Nicolas Dedy Arifianto saat dikonfirmasi awak media di kantor Bupati Tapanuli Tengah pada Selasa (2/6) mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan terkait temuan tulang belulang itu.

“Dalam waktu dekat kita akan lakukan renkonstruksi terkai kematian istri oknum TNI yang diduga dibunuh oleh suaminya. Setelah selesai nantinya akan digelar konferensi pers,” ungkapnya.

Terkait warga sipil yang diduga terlibat dalam aksi pembunuhan, Nicolas Dedy Arifianto mengatakan, pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut. “Kita masih terus mendalami kasus tersebut. Nanti kita jelaskan saat rekonstruksi, oke. Gitu ya,” jawab Dedy yang baru beberapa minggu dipercaya sebagai Kapolres Tapanuli Tengah ini sembari meninggalkan wartawan.

Baca sebelumnya: Penemuan Kerangka Manusia di Sihaporas Tapteng Diduga Korban Pembunuhan

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kerangka manusia berupa tengkorak dan sejumlah tulang-belulang ditemukan berserak di pinggir Jalan Baru, Lingkungan IV, Kelurahan Sihaporas Nauli, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Rabu (20/5). Temuan itu pun langsung menghebohkan masyarakat.

Informasi yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber, tengkorak dan tulang-belulang itu diduga wanita bernama Ayu Lestari (26), istri dari oknum TNI Praka MPNCC yang saat ini telah ditahan di Denpom 1/2 Sibolga di Pandan. Oknum TNI itu diduga membunuh istrinya bersama dengan dua orang warga sipil berinisial SMS (30) dan WNS (29) yang bekerja sebagai tenaga honorer di Tapteng.

Penahanan oknum TNI berpangkat Praka itu sebelumnya sudah dibenarkan oleh Kapenrem 023/KS Mayor Arh Keles Sinaga. Kapenrem menyebut, Praka MPNCC bertugas di Korem 023/KS. “Dia sedang menjalani pemeriksaan dan ditahan Denpom 1/2 Sibolga sejak tanggal 20 Mei 2020 sampai sekarang.

“Benar ada anggota Korem yang ditahan di Denpom 1/2 Sibolga. Diduga terkait penemuan kerangka manusia di Jalan Feisal Tanjung, Tapanuli Tengah. Dan sesuai dengan aturan yang berlaku di tubuh TNI, penegakan hukum dan disiplin TNI adalah wewenang Denpom,” kata Mayor Arh Keles Sinaga.

Keles Sinaga juga menyebutkan, bahwa penemuan kerangka manusia itu sudah ditangani pihak kepolisian dari Polres Tapanuli Tengah, karena ada warga sipil yang diduga ikut terlibat.

“Jadi kami dari Korem 023/KS tidak ada menutup-nutupi informasi terkait anggota kami yang ditahan dan diperiksa Denpom. Hanya saja Denpom 1/2 Sibolga, Polres Tapteng, dan juga Tim Inafis masih bekerja sampai saat ini. Dan apa hasil dari pengembangan itu, mereka jugalah yang berhak memberikan keterangan sesuai dengan tupoksinya,” terangnya. (tam/ant/int)