News

Polres Tanjungbalai Terbaik I Akurasi Rencana Penarikan Dana oleh KPPN

TANJUNGBALAI, FaseBerita.ID – Polres Tanjungbalai mendapat penghargaan sebagai Satuan Kerja Terbaik I Akurasi Rencana Penarikan Dana Semester I (Januari-Juni) tahun 2019, dalam Lingkup Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tanjungbalai.

Acara stakeholders day 2019 kali ini mengambil tema “Melangkah bersama membangun zona integritas menuju wilayah bebas korupsi (WBK)”.

Penghargaan ini disampaikan langsung Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Tanjungbalai Sondang Rotua Haloho kepada Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai, di aula Kantor KPPN setempat, Kamis (22/8/2019).

Penghargaan ini diberikan kepada Polres Tanjungbalai karena dinilai memenuhi kreteria deviasi nol. Kepala Kantor KPPN Tanjungbalai Sondang Rotua Haloho mengatakan, hal ini mengacu pada dasar hukum dari Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 197/PMK.05/2017 tanggal 20 Desember 2017 tentang Rencana Penarikan Dana, Rencana Penerimaan Dana, dan Perencanaan Kas. Untuk Kota Tanjungbalai, KPPN meneliti trànsaksi dalam kategori C, yakni transaksi pengajuan setiap SPM (Surat Perintah Membayar) dengan paguh nilai kotor Rp1 miliar hingga Rp500 miliar.

Karena dalam Hal ini, menurut Sondang Rotua Haloho, penghargaan diberikan kepada satker yang telah menyampaikan RPD Harian tingkat satker atau RPD Harian hasil proyeksi, dengan tingkat deviasi maksimal 5 persen selama satu bulan.

Dalam hal penilaian penyampaian RPD (Rencana Penarikan Dana) Harian tingkat satuan kerja (satker) yang bernilai besar kepada KPPN mempunyai batas waktu di antaranya, RPD Harian atas transaksi Rp1 miliar-Rp500 miliar wajib disampaikan paling lambat 15 hari kerja sebelum SPM diajukan ke KPPN.

Sementara, Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai usai menerima penghargaan, kepada wartawan mengatakan, dengan penghargaan ini sebagai motivasi kepada personel Polres Tanjungbalai, terutama kepada Kasikeu Iptu Basrun Siagian dan personelnya di bagian keuangan.

“Kedepannya agar tetap lebih bersemangat dan teliti, tepat dan akurat mencapai deviasi nol (zero) dalam SPM maupun RDP,” ungkap AKBP Irfan Rifai. (ck-04/ahu)