News

Polres Humbahas Ungkap Pengedar Narkoba dari Lapas

HUMBAHAS, FaseBerita.ID– Satuan Reserse Narkoba Polres Humbahas berhasil mengungkap peredaran narkoba yang dikendalikan seorang napi dari Lapas  Humbang Hasundutan ( Humbahas).

Mikael Agustinus Marbun (52), penghuni Rutan Kelas II B di Lapas Humbang Hasundutan ditangkap, Selasa (11/5) lalu berdasarkan pengembangan kasus.

Paur Subbag Humas Polres Humbahas Bripka Syawal Lolo Bako menyebutkan, tersangka sudah lama menjadi incaran  petugas. “Sebenarnya, tersangka sudah lama menjadi incaran petugas, karena diduga ada pemainnya dari lapas. Petugas sudah dua kali melakukan undercover buy (Penyamaran/pembelian terselubung, red). Baru kali ini tersangka terpancing,” kata Lolo, Selasa (18/5).

Dijelaskan, napi yang merupakan pindahan dari Lapas Sibolga itu dijemput dari Rutan  pukul 21.00 WIB berdasarkan pengembangan kasus, setelah sebelumnya pada hari yang sama Satres Narkoba Polres Humbahas berhasil menangkap dua orang suruhannya mengantar barang haram tersebut.

Kedua suruhan tersangka Gulman Simamora (52) dan Alexander Tanto Pakpahan (37) ditangkap saat hendak mengantar narkoba jenis Sabu-sabu di Dusun II Arbaan, Desa Aek Godang Arbaan, Kecamatan Onan Ganjang. Keduanya merupakan warga Sorkam, Tapanuli Tengah.

Dari tangan tersangka polisi menemukan barang bukti 13 gram yang diduga sabu-sabu dalam sebuah bungkusan plastik transparan serta sehelai tisu. Petugas juga menyita sebuah sepeda motor Honda Revo dengan plat nomor BB 5109 MW serta sebuah HP yang diduga digunakan untuk berkomunikasi dengan Mikael Agustinus yang berada di Lapas.

Kemudian kedua tersangka bersama barang bukti diboyong ke Polres Humbahas. “Berdasarkan interogasi terhadap kedua tersangka, diketahui bahwa Gulman dan Alexander disuruh oleh teman satu kampungnya yang bernama Mikael Agustinus Marbun, narapidana penghuni Lapas Rutan Kelas II B di Humbahas,” ujar Lolo.

Dalam pemeriksaan, Mikael mengakui perbuatannya. Dari tersangka petugas menyita dua buah telepon genggam (HP) yang diduga diunakan untuk mengendalikan peredaran narkoba dari dalam Lapas.

Kini polisi tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut dalam pengembangan kasus tersebut untuk mengetahui sejauh mana jaringan serta keterlibatan pihak Lapas. “Memeriksa saksi dan tersangka, memeriksa barang bukti dan Urine ke Labfor Polda Sumut,” tandasnya. (Sht/fabe)