News

Polres Asahan Didesak Usut Dalang Pembunuhan Bocah Pengutip Berondolan

FaseBerita.ID – Pembunuhan sadis terhadap Novita Sari Simbolon yang masih berstatus siswi SMP, yang dilakukan 3 orang oknum keamanan PT Sawit Indah Lestari (CSIL) diduga ada dalangnya, dan lokasi pembunuhan diduga berada di dalam Hak Guna Usaha (HGU) yang telah dibatalkan Mahkamah Agung (MA) dengan tahun pembatalan 2014 lalu.

“Kita minta Polres Asahan mengusut dugaan itu,” kata Sarifudin (36), selaku ketua tokoh muda Partai Hanura Kabupaten Asahan dan OK Rasid (45) selaku ketua Angkatan Muda Adat Melayu Indonesia Cabang Asahan kepada sejumlah awak media di Kisaran, Jumat (13/3/2020).

“Secara logika tak mungkin berani anak perempuan yang masih di bawah umur melawan perintah dan larangan petugas keamanan PT CSIL. Setelah diingatkan dengan kalimat jangan mengambil brondolan sawit, apalagi pihak keamanan berjumlah tiga orang. Dilarang dan diancam saja dengan pelepah sawit mungkin anak kecil itu sudah lari. Hal ini menimbulkan kecurigaan mendalam. Jangan jangan pihak PTCSIL sengaja membuat efek jera kepada masyarakat yang informasinya PT CSIL sudah gerah dengan aksi pencurian yang dilakukan masyarakat sekitar perusahaan selama bertahun tahun,” ujar OK Rasid.

Senada juga dikatakan Safifuddin. Menurutnya, PT CSIL harus membuktikan jika TKP pembunuhan di luar HGU yang dibatalkan MA seluas 4000 hektare pada tahun 2014 lalu.

“Kearoganan PT CSIL sudah semakin jelas. Dengan kelakuan pembunuhan oleh pihak keamanannya. Tak hanya itu, PT CSIL juga diduga kebal hukum dengan dugaan sejumlah kegiatan penyerobotan lahan masyarakat Desa Perbangunan Kecamatan Sei Kepayang.

Kita minta Polres Asahan mengusut dugaan masalah klasik itu,” tambah Sarifuddin.

Keduanya juga mengapresiasi kinerja Kapores Asahan yang dalam waktu singkat mampu mengungkap kasus pembunuhan siswi SMP itu. Mereka juga meminta Ketua Komisi Perlindungan Anak hadir di Asahan menekan kepada PT CSIL agar tak berbuat hal yang sama dikemudian hari .

Sementara itu Humas PT CSIL Dodi Sayendra saat dihubungi HPnya tak aktif.

Widodo selaku Humas dua PT CSIL saat menjawab wartawan mengatakan, tindakan Security PTCSIL di luar perintah dan nalar untuk menyelamatkan aset perusahaan. Ketiga Sekuriti itu juga tidak pernah melaporkan hasil kerja mereka selama satu bulan terakhir kepada pimpinan perusahaan dan TKP pembunuhan bocah perempuan itu di luar HGU PT CSIL.

“Jika masyakat menuding PT CSIL arogan terhadap masyarakat dan melakukan pembunuhan di dalam HGU yang diduga dibatalkan MA Tahun 2014 itu tidak benar dan hoax. Tidak ada kaitan pembunuhan dengan HGU yang dibatalkan ,” tegas Dodo.

Sementara itu Kapolres Asahan AKBP Nugroho Dwi Karyanto berharap tudingan masyarakat tidak menjadi fitnah. Namun, pihaknya akan menindaklanjuti setiap informasi dari masyarakat. (cr-1)