News

Polisi Sidimpuan akan Gelar Kasus Kematian Jihan

FaseBerita.ID – Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Padangsidimpuan, Kamis (19/3) ini akan menggelar perkara terkait kematian Jihan Aira Maritsa Gozali, bocah 6 tahun yang meninggal karena racun pada Oktober 2019 silam di rumah ibu tirinya.

Itu dipertegas Kapolres, AKBP Juliani Prahartini, Selasa (17/3) sore kemarin. Menurutnya, kasus ini akan segera dituntaskan, apalagi sudah berjalan enam bulan, dan pemeriksaan dari ahli pun telah lama ada. “Itu tadi sudah saya sampaikan, Kamis harus gelar. Panggil lagi semua saksi, ibunya dan berkasnya digelar di sini,” ungkapnya.

Senada, Kasat Reskrim AKP Bambang Herianto Tarigan juga menyampaikan, pihaknya akan mengumpulkan berkas-berkas, bukti, hasil lab dan hasil otopsi untuk digelar pada Kamis. “Iya udah enam bulan kok, jelas ya, Bu Kapolres juga tadi dah sampaikan,” tambahnya.

Untuk diketahui, pada Kamis 10 Oktober 2019 lalu, Jihan anak semata wayang pasangan Kimsin dan Noni Fransiska Nasution dan masih duduk di bangku taman kanak-kanak ini dibawa oleh sang ayah, Kimsin sendiri.

Ke rumah pertamanya yang juga ditinggali istri pertama Kimsin, NW di Jalan Pejuang 45 Nomor33 Kota Padangsidimpuan.

Kimsin diketahui memiliki dua istri, NW merupakan istri pertamanya dan dikaruniai tiga anak laki-laki yang semuanya diketahui tinggal di Kota Medan. Dan Noni, istri kedua Kimsin yang dinikahi pada 2011 silam, dan melahirkan Jihan.

Pada saat hari nahas itu, Kimsin pergi ke gudang usahanya meninggalkan Jihan bersama NW, selain itu ada seorang pekerja rumah tangga, Azr dan kini telah diberhentikan. Dan Clr, anak usia 8 tahun teman Jihan. Clr merupakan anak yang orangtuanya pernah bekerja dengan Kimsin.

Dalam rumah sekaligus lahan usaha berbentuk rumah toko berlantai tiga yang dekat dengan Alaman Bolak Padang Nadimpu ini, Jihan dan seorang teman sebayanya Clr diberi makanan berupa kacang dan es krim oleh NW.

Beberapa saat kemudian, Jihan mengeluh sakit tenggorokan, batuk dan menangis. Kimsin pun dihubungi oleh NW dari rumah itu. Oleh Kimsin, Jihan yang merupakan putri satu-satunya itu dilarikan ke RS Metta Medika Kota Padangsidimpuan. Tak lama berselang, bocah malang bermata sipit itu menghembuskan nafas terakhir.

Noni yang hadir pada menit terakhir sebelum anaknya ini pergi untuk selamanya, pun kemudian mendesak Kimsin agar melakukan otopsi. Karena merasa janggal, dan selama ini merasa tak pernah ada penyakit pada anaknya ini. Tubuh anak itu pun dibawa ke kamar pemulasaraan jenazah RSUD Kota Padangsidimpuan, dilakukan visum et repertum. Di sini, masih ada cairan putih dan berbentuk darah menggumpal keluar dari bagian hidung tubuh anak itu.

Setelah dari sini, kemudian dirujuk ke RS Dr Djasemen Saragih untuk melakukan otopsi, pada hari itu juga. Dua pekan berselang setelah otopsi di RS Dr Djasemen Saragih, dokter yang melakukan bedah, dr Reindhard Hutahaean menyatakan bila kematian Jihan lebih disebabkan racun. Hasilnya kemudian kata polisi akan kembali diuji ke Pusat Laboratorium Forensik Polri.

Selain hasil medis itu, kebetulan di rumah NW juga ada CCTV. Dan selama ini tak pernah ada kesimpulan. (san)

USI