News

Polisi Meninggal saat Pengamanan Pilkada Serentak di Gunungsitoli

FaseBerita.ID – Seorang anggota Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) meninggal dunia saat menjalankan tugas pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 di Kota Gunung Sitoli, Pulau Nias, Sumatera Utara.

Menurut informasi, personel BKO Polda Sumut yang meninggal tersebut bernama AKP Horas Saragih, yang bertugas sebagai Kasiwattah Subdit Harwattah Dittahti Polda Sumut.

Ia meninggal dunia pada Jumat, 11 Desember 2020, sekira pukul 15.40 WIB, di RSUD Gunung Sitoli, akibat penyakit pembengkakan jantung dan anemia.

Hal itu diketahui, setelah Horas di diagnosa oleh pihak dokter dan menjalani perawatan di RSUD Gunung Sitoli, sejak Kamis 10 Desember 2020, sekira Pukul 19.30 WIB, dengan keluhan sesak nafas. Namun, ia hanya bertahan selama satu hari di RS tersebut. Keesokan harinya (Jumat, red), Horas meninggal dunia.

Mendengar kabar duka itu, Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin didampingi PJU Polda Sumut, melayat langsung ke rumah duka di Jalan Cemara Medan, Minggu (13/12).

Martuani menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. “Sebagai keluarga yang ditinggalkan, saya turut merasakan duka yang sangat mendalam dikarenakan tidak akan berjumpa lagi dengan almarhum di dunia, namun itu semua kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, bahwa Kapolri sangat memberikan apresiasi dan perhatian kepada keluarga almarhum yang ditinggalkan dengan memberikan tali asih yang akan diserahkan melalui Polda Sumut.

“Dari Polda Sumut akan membantu sepenuhnya untuk pemakaman almarhum sebagaimana yang diinginkan dari keluarga almarhum,” katanya.

Ia mengungkapkan, Polda Sumut sangat berduka cita atas gugurnya personel Polda Sumut dalam tugas pengamanan TPS Pilkada 2020 di Polres Nias. “Turut berduka cita yang sangat mendalam diucapkan kepada keluarga besar, semoga arwah almarhum dapat diterima disisi Tuhan Yang Maha Esa,” ungkapnya.

Atas gugurnya Horas Saragih, almarhum juga mendapatkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB), setingkat lebih tinggi dari AKP menjadi Kompol. (smg/fabe)