News

Polisi Jangan Tanggung-tanggung Usut Galian C

SIANTAR, FaseBerita.ID – Polres Pematangsiantar di tahun 2019 ini terhitung sudah dua kali menggerebek aktivitas galian C di Jalan Tanjung Tongah, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba. Pertama, polisi menggerebek dan menyegel lokasi galian C yang diketahui milik Pardede itu, Juni lalu. Kedua, polisi kembali melakukan penggerebekan, Selasa (20/8/2019).

Polisi pun diminta bertindak tegas dan jangan tanggung-tanggung mengusut lokasi galian C tersebut. Permintaan tersebut disampaikan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pematangsiantar dan Sahabat Lingkungan (Saling).

Ketua PMKRI Cabang Pematangsiantar Albion Samosir, Kamis (22/8/2019) mengatakan, pengerukan tanah yang ilegal berpotensi merusak alam dan lingkungan. Polisi, katanya, selaku penegak hukum jangan lagi membiarkan masyarakat melakukan galian C karena berpotensi merusak alam.

Sementara itu Nico Natael Sinaga selaku Koordinator  Saling meminta Pemko Pematangsiantar tidak tinggal diam.

“Seharusnya pemerintah turut serta melindungi lingkungan supaya tidak digarap masyarakat secara ilegal dan merusak alam,” sebutnya.

“Kita berharap kepolisian menangkap semua yang terlibat dalam kegiatan galian C tersebut. Karena ini menyangkut keselamatan alam dan lingkungan. Harus diusut semua!” tegas Nico.

Lokasi galian C tersebut sebelumnya telah digerebek oleh Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Pematangsiantar bersama Detasemen Polisi Militer (Denpom) Pematangsiantar, Senin (24/6/2019).

Setelah isteri pemilik Galian C diperiksa, pihak Satreskrim Polres Pematangsiantar memasang garis polisi pada alat berat yang digunakan untuk kegiatan Galian C tersebut, keesokan harinya Kamis (27/6/2019).

“Eskavator kita beri police line, guna kepentingan penyelidikan yang saat ini kita lakukan,” sebut Kanit Ekonomi Polres Pematangsiantar Ipda Malon Siagian saat itu kepada media.

Hanya saja, mesti sudah digerebek, aktivitas galian C tetap berlanjut. Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumatera Utara melalui Leo Lopulisa Haloho selaku Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) ESDM di Pematangsiantar menerangkan, untuk wilayah Pematangsiantar tidak boleh ada galian C. Sebab dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) memang tidak diizinkan di galian C.

Selanjutnya, Selasa (20/8/2019) sore, jajaran Sat Reskrim Polres Siantar kembali menggerebek lokasi galian C. Mereka membawa satu unit truk BK 9186 XT berisi hasil tambang. Sedangkan alat berat berupa excavator warnah merah masih disegel.

Humas Polres Pematangsiantar Aiptu Napena Karo-karo mengatakan kasus galian C itu masih dalam tahap penyelidikan. (mag-03)