News

Polisi Didesak Tuntaskan Peredaran Narkoba di Gang Puri: “Jangan Cuma Janji, Kami Perlu Bukti..”

FaseBerita.ID – Terkait statement Kasat Narkoba Polres Siantar AKP David Sinaga yang menyebut akan menangkap UH, terduga bandar sabu di Gang Puri, disambut positif oleh masyarakat Siantar.

Namun, warga mengingatkan Kasat Narkoba agar tidak hanya mengumbar janji.

“Jangan cakap-cakap saja. Tangkaplah. Kami butuh bukti,” desak warga.

Hal itu disampaikan JS (30), BP (27) dan beberapa warga lainnya saat berbincang dengan wartawan, Minggu (19/04) sekira pukul 10.00 Wib, disalah satu warung di kawasan Pasar Dwikora Parluasan.

“Kami sudah baca beritanya di Media Cetak beberapa hari lalu. Kami juga sudah baca statement Kasat Narkoba (AKP David Sinaga-red). Masalahnya bukan kali ini saja disebutkan begitu, sudah berulang kali. Sebenarnya ada apa dengan Polres Siantar,” sebut JS.

Beberapa bulan lalu Gang Puri digrebek Sat Narkoba Siantar. Sedikitnya lima orang lebih diboyong ke Mako Polres, salah satunya UH (30) alias terduga bandar sabu. Namun beberapa hari kemudian, UH kembali bebas dengan alasan tidak ada barang bukti.

“Sebenarnya kami nggak tau apakah benar si UH tidak memiliki barang bukti saat diamankan, atau ini semua denting belaka,” ujar warga.

Untuk itu mereka berharap agar Kapolres Siantar AKBP Budi Pardamean Saragih dan Kasat Narkoba AKP David Sinaga segera menangkap UH demi anak-anak masyarakat.

“Anak-anak muda mau jadi apa jika terus begini,” ujar mereka.

Sebelumnya, sejumlah warga yang berdomisili di Jalan Tanah Jawa, Gang Puri, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara mengaku mulai resah terhadap perilaku beberapa orang di kawasan itu yang diduga berbisnis narkotika.

Bahkan, pembeli dan penjual narkoba di Gang Puri ini punya kode-kode untuk setiap transaksi. Biasanya mereka menggunakan kata ‘pulsa’.

Hal itu disampaikan JS (30), BP (27) dan beberapa warga lainnya saat berbincang dengan wartawan, Selasa (14/04) sekira pukul 13.00 Wib, disalah satu warung di kawasan Pasar Dwikora Parluasan.

Menurut warga, hampir tiap hari terlihat sejumlah warga datang dari luar lalu-lalang melakukan transaksi Narkotika jenis sabu di kawasan itu.

“Tiap hari lah disana bang rame kali. Entah dari daerah mana saja yang datang berbelnaja narkoba di kawasan itu,” sebut JS.

JS menjelaskan, di kawasan itu juga dijaga ketat oleh anggota terduga bandar sabu berinisial UH (30) yang juga berdomisili di Gang Puri.

“Jadi si UH (30) ini bang membayar tinggi anak-anak tanggung di kawasan itu untuk bekerja sebagai Siskamling dan memantau Polisi,” tambahnya.

“Jadi, setiap ada orang yang datang di kawasan itu dijaga ketat sama anggota si UH. Anak-anak muda disana pun sudah mulai terpengaruh dan menjadi pengikut si UH. Jadi kami berharap agar pihak Kepolisian dan BNN Siantar mengamankan kasus yang sudah meresahkan masyarakat itu,” harapnya.

Menurut penuturan JS, para pembeli dan penjual narkoba di Gang Puri punya kode-kode untuk setiap transaksi.

Biasanya calon pembeli diarahkan oleh orang yang sudah biasa sebagai perantara. Mereka digelari Kenziro. Kepada calon konsumen, Kenziro menanyakan maksud dan tujuan yang datang. Setelah dirasakan aman, melalui isyarat yang sudah disepakati, Kenziro menanyakan berapa banyak narkoba yang dibutuhkan. Biasanya menggunakan kata pulsa. Pulsa 10 untuk barang senilai Rp100 ribu, pulsa 15 untuk barang senilai Rp150 ribu dan pulsa 20 untuk barang senilai Rp200 ribu.

Ada juga istilah seprem, untuk seperampat gram narkoba sabu-sabu.

“Mereka punya istilah-istilah khusus, dan biasanya kode-kode itu dipahami warga di sana,” kata JS.

JS berharap dan yakin, pihak Polres Siantar mampu memberantas peredaran narkoba di Siantar terutama di Gang Puri, demi menyelamatkan masa depan generasi penerus.

Menyikapi keluhan warga, Kasat Narkotika Polres Pematang Siantar AKP David Sinaga membenarkan kalau Gang Puri merupakan salah satu kawasan yang marak peredaran Narkotika.

David mengatakan Gang Puri merupakan salahsatu lokasi yang terus mereka pantau.

“Dari dulunya kita pantau itu. Tinggal nunggu celahnya saja. Sudah beberapa kali kita lakukan penggerebekan di sana. Tapi tau lah sekarang para pemain narkoba sudah mulai pintar-pintar. Bila ada masyarakat yang mulai resah, silahkan berikan nomor saya biar dikabari samaku. Akan saya tangkap,” ujar David.

“Kalau samaku tak ada yang namanya kompromi. Siapapun dia akan saya tangkap. Nanti saya turun ke lapangan. Bila melakukan perlawanan akan saya tembak,” tutupnya.

David mengaku sudah kenal dengan warga yang berinisial UH tersebut. bahkan, Gang Puri sudah tidak asing lagi dimata Kasat Narkoba Siantar.

“Ia, saya sudah tahu siapa si UH itu, akan saya tangkap dia,” kata David, Rabu (15/4) di temui di depa n ruang kerjanya.

Ia mengakui kalau UH sudah lama menjadi target mereka. “Si UH (Bandar Narkoba-red) memang sudah lama menjadi target kita. Namanya juga sudah viral dimana-mana, beberapa waktu ini,” ujarnya.

Sekitar tiga bulan lalu, kata David, UH sudah pernah diamankan saat penggrebekan di Gang Puri. Namun setelah di BAP, dari si UH tidak ditemukan barang bukti.

“Waktu kita tes urine, si UH positif memakai golongan I (Ganja-red). Dan si UH ini juga sudah pernah masuk daftar pencarian orang (DPO-red) dari BNN Siantar. Saya memang sering memantau di sana. Begitu saya masuk, mereka berlarian semua. Tapi tunggu celahnya sajalah dulu. Begitu terpegang, akan saya tembak itu. Tak ada istilah kompromi sama saya. Kalian tau lah saya, kalau dia melawan akan saya tembak. Saya juga sudah bilang kepada seluruh anggota, jangan pernah main-main. Sekalipun anggota saya ikut terlibat akan ikut saya angkat,” tegasnya.

Terpisah, beberapa warga di Pematang Siantar mendesak agar pihak kepolisian langsung bertindak cepat.

“Jangan ngomong sajalah bang. Kita masyarakat biasa dan bosan mendengar kata-kata ‘akan kita tangkap’. Sudah puluhan kali saya baca di media pernyataan seperti itu. Tapi buktinya tak ada juga. Hanya pencerahan saja. Jika memang benar, silahkan buktikan. Itu baru bekerja,” kata Eva br Tambunan diamini beberapa warga lainnya.

Atas pernyataan Kasat Narkoba, masyarakat menunggu kinerja kepolisian dalam memberantas narkoba.

” Kami selalu mengapresiasi kinerja polisi dalam memberantas narkoba. Kami tunggu hasilnya. Silahkan tangkap para bandar. Jangan kurir saja yang ditangkapi,” sebutnya.

“Kalau begini terus yang menjadi korban adalah para suami, anak-anak dan orang-orang terdekat kami. Karena mereka bisa saja terpengaruh dengan pergaulan bebas dari rekan-rekannya atau lingkungan,” pungkasnya. (Mag-03)