News

Polisi dan Pengedar Sabu Kejar-kejaran

FaseBerita.ID – Menindaklanjuti pengakuan kurir sabu bernama Anto (39) warga Gang Cempaka, Kelurahan Tanjung Balai Kota IV, Kecamatan Tanjung Balai Utara, Tim Opsnal Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Tanjung Balai meringkus pengedar sabu di Dusun V Desa Sei Serindan, Kecamatan Sei Kepayang Barat, Kabupaten Asahan bernama Syafrudin Syukri Daulay (52) warga Dusun V, Desa Sei Serindan, Kecamatan Sei Kepayang Barat, Kabupaten Asahan, Selasa (27/10/2020) sore sekitar pukul 16.30 Wib.

Kapolres Tanjung Balai AKBP Putu Yudha Prawira melalui Kasatres Narkoba AKP Zulfikar kepada wartawan, Jumat (30/10) mengatakan, penangkapan itu berawal adanya informasi masyarakat yang layak dipercaya.

Setelah dilakukan penyelidikan, Selasa (27/10/2020) sore sekitar pukul 16.30 WIB Tim Opsnal Satres Narkoba dipimpin Katim I AIPTU Wariono menemukan keberadaan Pelaku Aan mengendarai sepedamotor Honda beat pop warna hitam BK 2903 AFY.

Hanya saja kedua pelaku nekat kabur sehingga sempat kejar kejaran. Begitupun tepat di Dusun V Desa Sei Serindan, Kecamatan Sei Kepayang Barat, Kabupaten Asahan, Tim Opsnal berhasil memberhentikan laju sepedamotor dikendarai Pelaku Aan tersebut. Tetapi saat itu tidak ditemukan barang bukti berhubungan dengan narkoba dari Pelaku Aan.

Diinterogasi, pelaku Aan mengaku sabu ada di rumah pelaku Syafrudin Syukri Daulay Alias Ucok. Mendengar itu Tim Opsnal langsung melakukan pengembangan kerumah pelaku Ucok di Dusun V Desa Sei Serindan kemudian disaksikan Kepala Dusun (Kadus) setempat melakukan penggeledahan di rumah tersebut.

Lalu Tim Opsnal menemukan barang bukti di atas lemari di ruangan dapur berupa 8 bungkus plastik transparan berisi diduga narkotika jenis sabu dengan berat kotor atau bruto 9,20 gram dan 1 unit timbangan elektrik warna hitam merk CHQ, kemudian 2 buah Handphone (Hp) merk Nokia, 1 helai plastik assoy warna putih serta 7 bungkus plastik klip transparan kosong.

“Anto alias Aan dan Syafrudin Syukri Daulay Alias Ucok itu sudah ditahan kemudian akan diproses dengan mempersangkakan melanggar Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 112 ayat (2) Subs pasal 132 ayat (1) dari UU RI N0.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun kurungan dan maksimal 20 tahun kurungan penjara,”kata Kasat Narkoba itu mengakhiri. (ck04/fi)