News

Polisi Bongkar Penggunaan Rapid Test Bekas di Kualanamu

MEDAN, FaseBerita.ID-Lokasi layanan tes antigen di Bandara Kualanamu International Airport (KNIA) Deliserdang digerebek polisi. Polisi membongkar penggunaan alat rapid test bekas yang dilakukan petugas pelayanan. Ratusan alat tes antigen bekas pun disita.

Informasi dihimpun Rabu (28/4), penggerebekan dilakukan di Laboratorium Rapid Test Antigen Kimia Farma lantai M Bandara KNIA, Selasa (27/4) sekitar pukul 15.45 WIB. Penggerebekan diawali dengan penyamaran oleh salah seorang petugas kepolisian. Saat penyamaran, salah seorang polisi mendaftar sebagai calon penumpang yang hendak mengikuti rapid test antigen.

Setelah antre, dia masuk ke ruang pemeriksaan dan dimasukkan alat tes rapid antigen ke lubang hidungnya. Petugas itu kemudian menunggu sekitar 10 menit.

Saat hasil tes keluar, anggota Poldasu itu dinyatakan hasil tesnya positif. Dia tidak terima dan berdebat dengan petugas.

Setelah itu, petugas laboratorium dikumpulkan dan polisi melakukan pemeriksaan menyeluruh di lokasi. Hasilnya, polisi menemukan alat rapid test antigen yang telah dipakai tapi digunakan lagi alias didaur ulang.

Peralatan bekas itu adalah alat yang dimasukkan ke hidung. Alat itu diduga dicuci atau dibersihkan lagi setelah dipakai untuk digunakan ke pasien berikutnya.

Polisi pun mengamankan sejumlah petugas laboratorium serta beberapa barang bukti ke Poldasu. Antara lain, ratusan alat rapid test bekas yang sudah dicuci bersih dan telah dimasukkan ke kemasan serta ratusan alat pengambil sampel rapid antigen yang masih belum digunakan.

“Iya sedang didalami,” kata Wakapoldasu Brigjen Dadang Hartanto, saat dimintai konfirmasi.

Sementara itu, PT Kimia Farma (Persero) Tbk buka suara terkait penangkapan petugas laboratorium Kimia Farma di Bandara KNIA atas dugaan penggunaan kembali alat rapid test Covid-19.

Direktur Utama Kimia Farma Diagnostika Adil Fadhilah Bulqini mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan investigasi bersama dengan pihak aparat penegak hukum terkait hal tersebut.

“Kami mendukung sepenuhnya investigasi yang dilakukan oleh pihak berwajib terhadap kasus tersebut,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (28/4).

Ia menegaskan, tindakan yang dilakukan oknum pertugas layanan Rapid Test Kimia Farma Diagnostik tersebut sangat merugikan perusahaan dan sangat bertentangan dengan standard operating procedure (SOP) perusahaan. Atas tindakan itu, Kimia Farma Diagnostika akan menjatuhkan sanksi sesuai ketentuan berlaku apabila terbukit bersalah.

“Apabila terbukti bersalah, maka para oknum petugas layanan rapid test tersebut akan kami berikan tindakan tegas dan sanksi yang berat sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Adil.

Adil menambahkan, sebagai BUMN farmasi terkemuka yang telah berdiri sejak zaman Belanda, Kimia Farma Diagnostika berkomitmen memberikan layananan terbaik.

“Kami terus melakukan evaluasi secara menyeluruh dan penguatan monitoring pelaksanaan SOP di lapangan sehingga hal tersebut tidak terulang kembali,” ucapnya. (rel/fabe)

USI