News

PMS Usulkan Patappei Sihilap untuk Pelantikan DPRD Siantar

SIANTAR, FaseBerita.ID – Sebanyak 30 anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kota Siantar untuk periode 2019-2024 sudah terpilih.

Dan, rencananya ke 30 wakil rakyat di tanoh Sapangambei Manoktok Hitei ini dilantik serentak bulan September mendatang.

Untuk pelantikan para anggota DPRD Siantar tahun 2019 ini diharapkan menggunakan upacara Adat Simalungun, yakni Patappei Sihilap (pelantikan). Pelantikan dimaksud dengan menggunakan upacara adat Simalungun, mulai dari proses maranggir, menggunakan pakaian adat Simalungun dan patappei sihilap.

Demikian disampaikan Bendahara DPP PMS Simalungun, Johalim Purba, saat ditemui di kediamannya, Minggu (5/5).

Johalim menambahkan, nilai kearifan lokal harus ditunjukkan pada saat pelantikan anggota DPRD Kota Siantar.

“Dengan nantinya dilakukan Patappei Sihilap, maka akan terlihat nilai budaya saat pelantikan wakil rakyat Siantar itu,” kata Johalim.

Di Kabupaten Simalungun sendiri, acara Patappei Sihilap untuk anggota DPRD sudah berlangsung selama tiga periode.

Sementara itu, Ketua Usaha Penyelamatan Aset Simalungun (UPAS) Januarison Saragih juga menyampaikan hal yang sama. Dia sangat setuju jika nantinya Patappei Sihilap (pelantikan) Anggota DPRD Siantar pakai acara budaya Simalungun.

Januarison Saragih sedikit menjelaskan soal Patappei Sihilap. Setiap pelantikan di Simalungun itu dinamai Patappei Sihilap. Jadi, bukan hanya pelantikan DPRD. Sihilap itu berasal dari nama tanaman dan juga gerak tangan untuk memanggil. Sementara itu Patappei itu berarti menaikkan. Dalam makna yang luas, bisa diartikan menaikkan atau menginginkan yang baik kepada seseorang untuk menjadi pemimpin.

“Mangharaphon nadear padaohkon namasambor (mengharapkan yang baik dan menghilangkan yang tidak baik). Itu inti acara itu, dan nilai budaya yang terkadung di dalamnya sangat tinggi,” kata Januarison Saragih.

Untuk itu, Johalim Purba dan juga Januarison Saragih serta beberapa elemen masyarakat mendesak agar budaya Simalungun dipakai saat Patappei Sihilap (Pelantikan) anggota DPRD Kota Siantar nantinya.

Mereka mengatakan, semua elemen masyarakat, Himapsi, UPAS dan nantinya PMS sebagai induk organisasi Simalungun akan menyurati Walikota Siantar, agar pelantikan DPRD Siantar nantinya pakai acara Budaya Simalungun.

“Kita juga berharap desakan datang dari IKEIS dan juga KNPSI, agar Patappei Sihilap DPRD Siantar dapat terlaksana dengan budaya Simalungun,” kata Johalim Purba.

Desakan juga datang dari sejumlah pemuda Simalungun agar dalam pelantikan anggota DPRD Siantar nantinya, pakai acara adat Simalungun. Seperti halnya yang dikatakan Hermanto Sipayung. Mantan Ketua Himapsi ini, juga mendesak Pemko Siantar agar menggelar upacara adat Simalungun saat pelantikan DPRD Siantar.

“Ya, benar itu para anggota DPRD itu kan menjadi pemimpin di Tanoh Simalungun, layaknya mereka dilantik pakai upacara adat Simalungun. Nilai budaya tetap terjaga karena budaya itu adalah kekayaan kita,” katanya. (leo)

iklan usi