News

PLN Terangi 5.992 Desa di Sumut

MEDAN, FaseBerita.ID – Listrik menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat, baik untuk kebutuhan di rumah maupun untuk aktivitas di luar rumah.

Tidak dipungkiri bahwa kebutuhan akan listrik ini tidak semerta-merta hanya dibutuhkan di kota saja, tetapi di desa bahkan di dusun yang sulit diakses juga sangat membutuhkan listrik.

Adanya kebutuhan ini membuat PLN tentunya menjalankan bisnis kelistrikan tanpa memandang bulu, membangun jaringan infrastruktur menuju desa yang sulit dijangkau sekalipun.

Manager Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Sumut Tumpal Hutapea mengatakan, bahwa PLN sudah berhasil melistriki 5.992 Desa di seluruh Provinsi Sumatera Utara. “Tinggal 118 desa lagi yang perlu kami listriki 100 % oleh PLN, dan mayoritas berlokasi di Pulau Nias (105 desa), khususnya di Pulau Telo,” ujarnya.

Tumpal memaparkan, bahwa keberhasilan PLN ini tentunya didukung oleh masyarakat desa dan seluruh lapisan stakeholder yang bekerjasama, gotong-royong membangun tiang Jaringan Tegangan Menengah (JTM).

“Sekitar Rp380 miliar di tahun 2019 telah kita siapkan untuk investasi pembangunan infrastruktur kelistrikan desa di Sumut, dan semua itu kita berikan kepada masyarakat desa di Sumatera Utara agar dapat menikmati listrik dari PLN, terlebih lagi dari pembangkit listrik yang ramah lingkungan,” katanya.

Tumpal mengatakan, PLN sudah berhasil melistriki 37 lokasi yang terdiri atas desa dan dusun yang memiliki jumlah 1.544 KK, dari target sebanyak 207 lokasi yang terdiri atas desa dan dusun yang memiliki calon pelanggan dengan jumlah 16.000 KK di tahun 2019, dengan sisa target sebesar 82,12 % sudah dalam progres pembangunan dan diharapkan dapat diselesaikan sebelum akhir tahun 2019.

Menurut Tumpal, pembangunan infrastruktur Jaringan Tegangan Menegah (JTM) 20 kV tentu memerlukan kondisi tanah yang bebas dari hambatan berupa pohon maupun bangunan.

“Medan jalan yang berbatu, menanjak dan berkelok menjadi tantangan utama kami dalam mengangkut tiang besi seberat melebihi 750 Kg untuk ukuran Panjang 12 Meter,” ungkapnya.

Diakuinya, tantangan yang dihadapi umumnya adalah akses jalan (80% dari seluruh lokasi desa) sangat sulit, juga perizinan penebangan pohon termasuk izin menebang yang melewati kawasan hutan dan perkebunan menjadi tantangan utama PLN dalam membangun infrastruktur ketenagalistrikan.

“Sampai saat ini ada beberapa penyelesaian perizinan untuk melewati jaringan perkebunan PT London Sumatera di Desa Bukit Kijang, Dusun 4 Desa Ofa Padang Mahondang Kebun PTP IV dan beberapa lokasi lainnya,” kata dia.

Untuk itu, lanjutnya, PLN berharap baik pemerintah maupun masyarakat serta stakeholder lainnya dapat bekerjasama, bahu-membahu mempercepat pembangunan LISA di Sumatera Utara ini, agar seluruh masyarakat di Sumatera Utara dapat menikmati listrik 24 jam dari PLN dan tentunya bisa mendukung gaya hidup yang serba listrik untuk kehidupan yang lebih baik. (ila/smg)