News

Pipa Rawan Longsor dan Banjir, Perumda Tirtauli Rencanakan Program Penghijauan

SIANTAR, FaseBerita.ID – Pipa penghubung air dari umbul Habonaran milik Perumda Tirtauli Pematangsiantar kembali patah karena diterjang banjir dan longsor di areal persawahan Nagori Janggir Leto, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun, Senin (15/11/2021) dini hari.

Akibatnya, pelanggan di wilayah Jalan Merdeka, Jalan Sutomo, Jalan Cipto, Jalan Thamrin,Jalan Sabang Merauke, Komplek RSUD, BDB, STTC dan Jalan Senangin mengalami gangguan layanan. Patahnya pipa PVC ukuran 300 mm ini juga mengakibatkan layanan terganggu di Jalan Kakap, Jalan Tenggiri, Kelurahan Martoba, Kelurahan Bane, Kelurahan Kahean, Kelurahan Sukdame, Kelurahan Baru, Sigulang-gulang dan Kelurahan Bantan.

Kepala SPI Perumda Tirtauli Leo Napon Pasaribu ST, didampingi Pangulu Nagori Janggir Leto Brendi Simanjuntak dan Kabag Humas Perumda Tirtauli Jimmi M Simatupang, saat berada di lokasi, Selasa (16/11) mengatakan, Perumda Tirtauli bergerak cepat melakukan perbaikan pipa yang patah. Setelah dicek di lokasi, ada 4 batang pipa yang patah dan jatuh ke jurang di bawah lintasan pipa.

“Medannya sangat berat dan jauh dari jalan umum. Untuk mengangkut pipa, kita kerahkan banyak petugas dibantu masyarakat. Dari jalan yang bisa dilalui kendaraan, ada sekitar 1 kilo meter. Tapi kita berusaha secepatnya mengatasinya,” kata Leo Napon Pasaribu.

Sementara Jimmi Simatupang menambahkan, lintasan pipa Perumda Tirtauli memang banyak di wilayah yang rawan longsor dan banjir. Karena kebanyakan memang berada di lintasan sungai, dan irigasi dan berada di daerah lereng rawan longsor.

“Musim hujan seperti sekarang memang rawan gangguan layanan, karena tanah rawan longsor. Kita berusaha tetap memastikan air sampai kepada pelanggan. Kita sampaikan permohonan maaf karena layanan terganggu,” katanya.

Dijelaskan Jimmi, saat ini Perumda Tirtauli sedang menggalakkan program pengamanan air minum dengan melakukan pemeriksaan rutin setiap jalur-jalur yang dilalui pipa air minum. Ke depan, Perumda juga segera melakukan penanaman kembali lahan-lahan kritis yang dilintasi pipa Perumda Tirtauli untuk mencegah longsor.

Pantauan di lokasi, ada 4 pipa milik Perumda Tirtauli yang melintasi lokasi. Satu diantaranya patah, sementara tiga lainnya masih normal dan dapat dilintasi air. Titik lokasi longsor tepat berada di saluran air menuju sawah warga. Akibatnya, air ke sawah warga juga terputus karena longsor tersebut.(esa/fabe)