News

Pimpinan DPRD Sibolga Tuding Walikota Terlibat Korupsi

Isu Korupsi Diduga untuk Menjatuhkan Walikota Sibolga

FaseBerita.ID – Adanya tudingan dari pimpinan DPRD Sibolga, (ketua Akhmad Syukri Penarik dan wakil ketua Jamil Zeb Tumori ) kepada Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk bahwa oknum Walikota Sibolga terlibat dalam berbagai isu korupsi yang diutarakan dalam sidang paripurna Rekomendasi LKPj Walikota Sibolga Tahun 2019, Kamis (28/5) sangat disayangkan oleh berbagai elemen masyarakat kota Sibolga.

Ketua Sekoci Kota Sibolga Domenius Hasibuan kepada media ini, Jumat (29/5) menduga ada skenario penggiringan isu fitnah untuk menjatuhkan Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk dalam sidang Paripurna LKPj Walikota tahun 2019.

“Isu fitnah kepada bapak Syarfi Hutauruk lebih fokus dibacakan dalam transkrip ketua DPRD saat Sidang Paripurna LKPj Walikota Sibolga tahun 2019, ketimbang laporan kinerja dan pertanggungjawaban yang sudah dilakukan pembahasan bersama-sama anggota DPRD dengan SKPD Pemko Sibolga,” tegas Domenius Hasibuan.

Ketua Sekoci Sibolga ini mempertanyakan apakah itu rapat dengar pendapat, atau klarifikasi? Apalagi isu yang dibacakan Ketua DPRD Akhmad Syukri Penarik dan Jamil Zeb Tumori adalah fitnah, walau ditepis dengan kata tidak percaya kalau Pak Syarfi melakukan ini, karena ini adalah fitnah yang kejam.

Dirinya juga heran, apakah lembaga DPRD Sibolga tidak punya tatib, sehingga tidak lagi memperhatikan kode etik DPRD setiap persidangan paripurna.

“Kode etik DPRD adalah norma yang wajib dipatuhi oleh setiap anggota DPRD selama menjalankan tugasnya untuk menjaga martabat, kehormatan, citra, dan kredibilitas DPRD,” jelasnya.

Dirinya juga berharap agar Pemko Sibolga segera memanggil Sekwan, dan menyita skenario rapat paripurna penyampaian rekomendasi terhadap LKPj Walikota Sibolga tahun 2019. Apakah ada transkrip isu fitnah yang sangat kejam yang dibacakan ketua DPRD ada tercantum dalam skenario persidangan paripurna.

“Ini pelanggaran norma etik anggata DPRD, dan dapat dilaporkan sebagai pencemaran nama baik. Negara kita Negara Hukum seseorang dinyatakan bersalah apabila sudah dinyatakan dalam putusan pengadilan secara inkra,” jelasnya.

Ketua GAMKI Sibolga: Ini Sudah Mempermalukan Kota Sibolga

Sementara Itu, Ketua Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kota Sibolga, Lucien Pahala Sitanggang mengaku kecewa dengan pola pimpinan DPRD Sibolga yang menyerang Walikota Sibolga dengan isu yang belum tentu kebenarannya.

“Itukan sidang paripurna untuk rekomendasi LKPj Tahun 2019 yang dihadiri langsung oleh Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk selaku pimpinan atau pejabat negara tertinggi untuk Kota Sibolga, yang jabatannya diatur sesuai undang undang,” jelas Lucien.

Menurut dia, selaku pejabat negara yang langsung hadir pada sidang paripurna tersebut tentunya dia dipermalukan dengan statemen isu yang belum tentu kebenarannya, dan jika memang ada kebenarannya, kenapa diumbar didepan umum, kalau memang terbukti bawalah ke pihak yang berwajib.

“Cara seperti itu sudah mempermalukan dan lembaga legislatif yang mengutarakan isu yang belum tentu benar. Pak walikota Sibolga itu adalah pejabat negara kenapa dibuat seperti itu. Kita sangat menyayangkan sikap pimpinan DPRD Sibolga ini yang tidak memiliki etika dan norma dalam bekerja. Malu kita terhadap pimpinan DPRD Sibolga ini, tidak lagi terlihat sikap negarawannya,” jelas dia.

Tokoh Pemuda Sibolga: Sidang Paripurna Dinodai dengan Isu dan Fitnah?

Salah seorang tokoh pemuda Kota Sibolga Juan Marbun, kepada media ini, Jumat (29/5) sangat menyayangkan sikap dan tingkah laku para pimpinan DPRD Sibolga saat sidang Paripurna rekomendasi LKPj Walikota Sibolga tahun 2019 yang dinodai dengan isu dan memfitnah Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk, padahal itu merupakan sidang resmi untuk evaluasi kinerja walikota Sibolga tahun 2019 lalu.

“Ini justru malah mempertontonkan sikap yang nggak terpuji, saya selaku warga masyarakat Kota Sibolga sangat miris melihat tingkah para pimpinan DPRD Sibolga tersebut. Ini baru saya lihat seorang walikota yang notabenenya pimpinan tertinggi di kota Sibolga dipermalukan,” katanya.

Oleh karena itu, Juan Marbun mengharapkan agar walikota Sibolga segera melaporkan para pimpinan DPRD Sibolga ke aparat penegak hukum agar kedepan para pimpinan DPRD Sibolga lebih beretika dalam memimpin sidang-sidang dan juga untuk memulihkan nama baik walikota Sibolga.

“Saya juga mengimbau kepada warga kota Sibolga agar jangan mau diprovokasi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab untuk membenci dan menghujat walikota sibolga,” imbuh juan. (mis/fi)