News

Pilpanag Tiga Bolon: Maujana Minta Kotak Suara Dibuka

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Panitia Pemilihan Pangulu Nagori (Pilpanag) Tiga Bolon, Pengawas dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Pemerintahan Nagori (DPMPN) Simalungun rapat dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPRD Simalungun, Pamatang Raya, Rabu (7/8/2019) sekira Pukul 11.00 WIB.

Rapat tersebut dipimpin Ketua Komisi I Sastra Joyo Sirait didampingi Wakil Ketua DPRD Simalungun Timbul Jaya Sibarani yang dihadiri beberapa Anggota Dewan juga Calon Pangulu Nagori Tiga Bolon Nomor Urut 4 Nova Hutapea.

Kepala DPMPN Simalungun Sarimuda Purba mengatakan, tidak ada hak DPMPN untuk membuka Kotak Suara dengan alasan, sampai sekarang belum ada surat pernyataan dari Pilpanag Tiga Bolon siapa pemenang dalam pemilihan.

“Kita tidak ada hak untuk membuka kotak suara karena memang surat dari panitia Nagori, siapa pemenang tidak ada sama kami dan surat dari camat seharusnya disampaikan melalui Maujana, juga belum ada sama kami. Surat keberatan dari Calon nomor urut 4 juga sudah dijawab oleh Panwas Kecamatan,” ujarnya.

Sementara Ketua Pilpanag Wilman Sitindaon mengakui bahwa pihaknya ada kesilapan disaat penghitungan suara di TPS karena situasi menjelang malam.

“Memang ada kesilapan saat penghitungan suara yang awalnya sudah saya umumkan pemenangnya Nomor Urut 4 memperoleh suara 521, sementara No urut 5 memperoleh 520 suara, tetapi setelah dicros chek, dihitung kembali ternyata nomor 5 memperoleh 521 suara sehingga seri atau draw dengan nomor 4,” terangnya.

Wilman Sitindaon menjelaskan bahwa ia bingung untuk memutuskan siapa pemenang, sehingga kotak suara dibawa ke DPMPN Simalungun, Rabu (12/6/2019) sekira Pukul 22.00 WIB. Di sana Wilman Sitindaon mengaku bahwa ia dipaksa oleh Ketua Panitia Kabupaten, Marolop Silalahi untuk menetapkan siapa pemenang.

“Saya dipaksa untuk menetapkan pemenang, saya tidak mau, karena rekap belum ada, masa saya tetapkan pemenang sedangkan rekap belum ada, sehingga kotak suara kami bawa ke Polres Simalungun untuk diamankan sampai sekarang,” cetusnya.

Masih Wilman Sitindaon, pihaknya diundang oleh DPMPN Simalungun setelah pemilihan, pihaknya meminta untuk membuka kotak suara, tetapi tim monitoring DPMPN Lamhot memberikan surat yang sudah diketik bahwa Marisno Sitio menjadi pemenang.

Mendengar pengumuman tersebut, calon Nomor Urut 4 tidak merasa puas bahwa dia sebelumnya dianggap menang ternyata kalah. Lalu ia tidak menerima keputusan dan mengajukan keberatan secara tertulis.

“Saya tidak mengerti undang-undang, saya sudah tanggapi surat nomor 4, lalu saya berikan kepada pengawas Kecamatan dan juga kepada Panitia Kabupaten supaya dikabulkan permohonan Nova Hutapea untuk membuka peti suara. Apa salahnya kalau kita buka, lebih bagus transparan supaya kita sama-sama enak, saya bersih tidak ada berpihak di antara kelima Calon. Lebih bagus kita bukalah peti, dihitung kembali kertas suara, itulah permohonan saya supaya jelas kalau kita hitung,” pintanya.

Ketua Maulana Nagori Tiga Bolon Tagor Siahaan mengatakan sesungguhnya yang menjadi keberatan nomor urut 4 adalah untuk rasa keadilan tentang hukum.

“Menurut kami selaku pemangku kepentingan, ini demi masa depan Nagori Tiga Bolon, apa sulitnya membuka kotak suara, fakta sesungguhnya ada di dalam kotak itu,” imbuhnya.

Timbul Jaya Sibarani menanggapi agar tidak terjadi debat kusir, pihaknya menyarankan agar rapat skor selama 30 menit dan berkonsultasi dengan Pihak DPMPN diruang Rapat Pimpinan.

“Apa sulitnya peraturan itu untuk mempermudah masyarakat dalam pemilihan yang jujur dan adil kalau seperti ini yang terjadi semua kan sudah diatur. Di sini keinginan dari pihak-pihak supaya keadilan itu lebih diwujud nyatakan lewat penghitungan ulang kan tidak sulit,” terangnya.

Sambung Timbul Jaya Sibarani, menurut dokumen yang diterima ada perbedaan perolehan suara antara C1 Plano dengan Berita Acara (BA).

“Jadi untuk itu kami sarankan rapat ini diskor dulu, kita konsultasikan dengan Dinas terkait, sebenarnya sederhana aja nya ini. Tidak perlu memakai teori-teori hukum, coba dulu lobi-lobi. Apapun keputusannya nanti itu adalah merupakan hasil rapat kita di dewan ini untuk selanjutnya di rekomendasi kepada Eksekutif,” saranya.

Mendengar hal itu, pimpinan rapat, Sastra Joyo Sirait menskor rapat dan akan dilanjutkan Senin mendatang.

“Rapat di skor dan akan dilanjutkan kembali Senin mendatang,”tutupnya sambil mengetuk palu sekali. (Mag05)