News

Pilkada Tapsel, Begini Pesan Parluatan Siregar

TAPSEL, FaseBerita.ID – Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) salahsatu daerah yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah pada pemilihan serentak, pada tahun 2020 mendatang.

Banyak figur dan tokoh yang digadang-gadang akan maju sebagai bakal calon bupati Tapsel ini. Salahsatu di antaranya mantan Kapolres Tapsel, AKBP Drs Parluatan Siregar.

Parluatan Siregar memberi pesan, khususnya bagi tokoh adat dan tokoh masyarakat di Kabupaten Tapsel dalam menentukan pemimpin ke depannya.

Salahsatunya kata dia, agar terlebih dahulu bermusyawarah antar sesama tokoh tersebut. Jangan karena dengan modus memberi bantuan berupa materi, lantas dipilih.

Yang dimaksud figur yang sekarang menjabat sebagai Wadir Bimas Polda Sumatera Utara ini, dalam musyawarah tokoh adat dan masyarakat nantinya satu persatu satu calon kepala daerah dikaji dan diulas dari asal-usul, visi-misi dan penguasaannya terhadap persoalan daerah yang begitu kompleks.

“Jadinya semacam fit and proper test lah nantinya, kan begitu. Jadi menghadirkan calonnya, dilihat bagaimana kira-kira calonnya, penguasaannya tentang kepemimpinannya. Jadi jangan datang tratak, datang sembako, dandang lalu dipilih,” pesannya.

Dalam musyawarah ini juga nantinya, akan terlihat secara transparan tokoh yang cakap dalam memimpin dan layak untuk dipilih. Dan juga terlihat di mana calon yang sekadar memiliki modal materi yang banyak, atau memiliki kekuatan secara anarkisme. Serta dimana yang memang menguasai kepemimpinan yang layak bagi masyarakat Tapsel.

“Misalnya saya ini, dengan membawa Toga Siregar. Jadi saya panggil mora saya dari Harahap atau anakboru saya dari Lubis. Berkumpullah, di sini rapat tokoh adat mengkaji saya bagaimana kelayakannya. Jadi nantinya masyarakat jangan salah-salah pilih,” katanya.

Dari ini kemudian kata Parluatan, akan menghalau calon-calon Bupati yang tidak memiliki kompetensi. Dan akhirnya, calon yang muncul tidak begitu banyak dan masyarakat lebih mudah menentukan pilihannya.

Dan tentunya, kata dia, akan mengurangi potensi ‘perjudian’ antar Tim Sukses, yang menyebabkan perpecahan di masyarakat dan kerugian yang besar bagi si calon.

Jadi katanya, siapapun yang bakal maju menjadi calon bupati di Tapsel, asalkan secara komptensi memadai, layak untuk dipilih. Dan masyarakat juga harus lebih cerdas dalam menentukan pilihannya. Agar kemajuan daerah itu tercapai.

“Kalaupun muda tapi berkompeten, apa salahnya? Ya. Tua-muda bukan lagi ukuran. Seperti Presiden Jokowi, kan mau menentukan menteri sekarang mencari yang muda-muda. Jadi kalau pun muda, bukan persoalan ya,” pungkasnya. (san)

iklan usi