News

Pilkada Simalungun 2020: Saut-Anton Paling Ideal

FaseBerita.ID – Pasangan paling ideal saat ini dan memiliki peluang terbesar menang, untuk Pilkada Simalungun 2020 adalah Saut Bangkit Purba – Anton Ahmad Saragih.

Saut Bangkit Purba, digadang menjadi calon bupati, merupakan calon anggota DPRD Sumatera Utara peraih 42.000 suara lebih dan Anton Ahmad Saragih, merupakan tokoh masyarakat yang cukup dikenal di kalangan masyarakat, terutama di Simalungun bawah. Anton juga saat ini tercatat sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Islam Simalungun (IKEIS).

Ketua Komite Nasional Pemuda Simalungun (KNPSI) Jan Wiserdo Saragih, mengatakan, masyarakat Simalungun membutuhkan sosok yang benar-benar mewakili semua kalangan dan benar-benar mengenal dan dikenal di Simalungun.

Saut, menurut Jan Wiserdo, telah membuktikan dirinya bisa beradaptasi dengan masyarakat Simalungun dan Kota Siantar. Pencapaian politisi Partai Demokrat ini cukup sebagai bukti, sosoknya mendapat tempat di hati masyarakat.

“Saut sebagai politisi baru, sudah mampu meyakinkan masyarakat untuk mewakili mereka memperjuangkan aspirasinya. Kepercayaan itu sangat penting,” katanya.

Sementara Haji Anton Ahmad Saragih, menurut Jan Wiserdo, akan diuntungkan dengan posisi adiknya JR Saragih, yang masih menjabat sebagai Bupati Simalungun saat Pilkada Simalungun dilaksanakan.

JR sendiri, kata Wiserdo, tidak memungkinkan maju lagi karena Undang-undang Pemilu tidak membenarkan lagi maju menjadi kepala daerah, karena sudah dua kali berturut-turut menjabat Bupati Simalungun.

Menurut Wiserdo, jika kedua tokoh Simalungun ini dipasangkan, akan besar kemungkinan mengunci kemenangan di Pilkada Simalungun yang direncanakan dilaksanakan 23 September 2020 secara serentak di 270 daerah di Indonesia.

“Sekarang tergantung lobi-lobi politik mereka. Semua masih terbuka siapa berpasangan dengan siapa. Tapi pemilihan pasangan yang tepat, akan mempengaruhi peluang kemenangan. Kita berkepentingan terhadap penerus JR Saragih, selanjutnya, “katanya.

Namun, lanjut Wiserdo, politik selalu dinamis dan tentunya keberadaan calon lain seperti Maruli Wagner Damanik, Gidion Purba dan bahkan Waston Purba yang sudah mensosialisasikan diri, tetap punya peluang. Tergantung factor teknis dan non teknis yang digunakan untuk meyakinkan pemilih di Simalungun. (esa)