News

Pilkada Madina, Diprediksi Banyak Pasangan Bertarung

MADINA, FaseBerita.ID – Tahapan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 belum dimulai.

Namun, berbagai pihak sudah mulai memberikan tanggapan maupun pandangannya terkait pelaksanaan Pilkada, termasuk pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Mandailing Natal (Madina)

Menurut kebanyakan pihak, Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution dan Wakil Bupati M Sukhairi Nasution dapat dipastikan masih ikut bertarung di Pilkada Madina tahun 2020, berpasangan maupun tidak berpasangan.

Tetapi, sebagian orang memperkirakan keduanya akan mengulangi duet berpasangan seperti pada Pilkada Madina tahun 2015 yang lalu.

Di sisi lain, ada juga yang menilai, bila Dahlan-Sukhairi akan tetap berpasangan, maka ada kemungkinan mereka akan melawan kotak kosong alias tidak ada pasangan calon penantang.

Pemerhati politik, Mhd Syarif kepada Metro Tabagsel, Kamis (27/6/2019) memandang, kontestasi Pemilukada di Kabupaten Madina tahun 2020 akan sangat menarik. Dan, ia meyakini akan banyak yang berusaha maju menjadi penantang Dahlan Hasan Nasution dan M Sukhairi Nasution.

Hal itu menurutnya dikarenakan beberapa hal terkait konstalasi politik di Kabupaten Madina yang erat kaitannya dengan pelaksanaan Pemilu Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019 bulan April yang lalu.

“Saya kira kontestasi pemilukada Madina tahun 2020 ini akan menjadi sangat menarik, karena masih dipengaruhi panasnya konstalasi politik disaat Pilpres. Keadaan itu sebenarnya sudah dimulai semenjak keluarnya surat permohonan pengunduran diri Bupati beberapa waktu yang lalu. Dimana surat yang terkesan menyudutkan masyarakatnya yang dianggap sebagai penyebab kalahnya Jokowi di Madina telah membangun sebuah sekat antara dia dengan masyarakat itu sendiri. Hal ini tentu akan berimbas ke pemilukada yang tidak lama lagi tahapannya akan dimulai,” kata Syarif.

Pria yang pernah jadi Sekretaris DPD KNPI Madina ini menjelaskan, bercermin pada perolehan suara Pilpres di Kabupaten Madina yang mana pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin hanya memperoleh sekitar 16 persen, sementara pasangan 02 Prabowo-Sandi meraup suara sekitar 84 persen.

Dan, menurutnya Bupati Madina Dahlan Hasan saat itu berada di kubu petahana yang salah satu pembuktiannya adalah adanya ‘surat cinta’ ke Presiden kala itu.

“Pak Bupati ada di kubu petahana dimana suaranya (Jokowi-Amin) kalah jauh, saya kira akan menjadi kalkulasi politik yang sangat merangsang para penantang nantinya. Jadi dengan alasan ini saja, sebenarnya sudah sangat tidak mungkin jika di Madina petahana hanya akan melawan kotak kosong. Saya justru memperkirakan akan banyak yang tertarik untuk tampil sebagai penantang nantinya. Apalagi dari sisi prestasi, Dahlan tidak memiliki nilai yang baik dan patut dibanggakan, justru beberapa pembangunan dimasanya hingga kini masih tersangkut kasus hukum yang belum selesai. Tapi bagaimanapun, kita akan terus ikuti perkembangannya, yang kita inginkan adalah pemimpin masa depan yang memperhatikan keinginan rakyat,” pungkasnya. (wan)

USI