News

Pilihlah Film Sesuai dengan Usia

SIANTAR, FaseBerita.ID – Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia (LSF) mengadakan sosialisasi Budaya Sensor mandiri di Aula YP Sultan Agung Pematangsiantar, Jumat (3/5). Acara ini dihadiri dari kalangan siswa, mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, Rohaniawan dan undangan lainnya.

Dalam kata sambutannya Ketua Panitia Marisi Butarbutar menyampaikan bahwa dengan adanya sosialisasi ini diharapkan agar peserta yang hadir turut serta berperan aktif untuk mensosialisaikan mengenai sensor formal yang dilakukan LSF. “Masyarakat juga punya kapasitas melakukan sensor mandiri, dalam hal pembatasan film dan seterusnya,” ujarnya.

“Langkah selanjutnya kita akan fokus ke SMA yang memiliki Osis teater atau sekolah-sekolah yang mau membuat album. Kita akan memfasilitasi dari media sensor,” terangnya.

Dalam pemaparannya Ribert sebagai pembicara pertama menjelaskan bahwa mengenal dalam Sensor Mandiri, Sensor Mandiri ada kode atau istilah yang dipakai untuk membedakan batas usia.

“Misalnya Film dan iklan dengan kode SU berisi judul, tema, tema, gambar, adegan dan suara, teks terjemahan yang tidak merugikan perkembangan kesehatan fisik dan jiwa anak-anak. Dan bisa disaksikan oleh semua umur,” ujarnya.

Selajutnya tayangan untuk kalangan usia 13 tahun dan batas usia 17 tahun. Bahkan ada tayangan yang hanya layak dan bisa disaksikan yang sudah berusia 21 ke atas.

“Film dan iklan dengan kode 21+ berisi judul, tema, gambar, adegan, suara, dan teks untuk orang dewasa,” ujarnya.

“Ada empat hal yang perlu diwaspadai di dalam film. Pertama tidak menghina, melecehkan dan tidak bertentangan dengan undang-undang. Yang kedua tidak mendorong seseorang melanggar hukum, yang ketiga tidak mendorong perilaku permisif. Dan yang keempat tidak mendorong perilaku konsumtif,” terangnya lagi.

Sementara itu, Monang Sinambela selaku pembicara kedua mengatakan bahwa apa yang disampaikan oleh Robert sudah sangat jelas.

“Saya di sini akan menambahkan dan mengajak kepada masyarakat sekalian mengenal sensor mandiri,” terangnya.

“Saya membagikan tips menonton film. Yaitu, kita harus mendampingi anak saat menonton. Pilih film yang sesuai umur anak. Batasi jam menonton serta mengingatkan hal-hal baik yang patut ditiru dan penanaman nilai-nilai positif,” terangnya.

“Harapan saya dengan adanya sosialisasi ini bisa bermanfaat dan berguna bagi kita. Marilah kita sama-sama mengawasi sensor film, jikalau ada yang tidak berkenan silahkan di lapor ke lembaga sensor film” ujarnya. (mag04/pra)

iklan usi