News

Petugas Jaga Pantai Ujung Sibolga Dianiaya, Diduga karena Tak Terima Ditagih Retribusi

FaseBerita.ID – Sebuah kasus penganiayaan terjadi lokasi wisata Pantai Ujung Sibolga (Pajus), Kamis (28/1) sekira pukul 21.30 WIB. Penganiayaan tersebut menimpa seorang petugas jaga Pajus bernama Pebri Roberto Silaban (26) dan istrinya Risna Situmorang (24).

Ditemuinya di rumahnya di Gang Dosroha, Jalan Ketapang, Kelurahan Sibolga Ilir, Kecamatan Sibolga Utara, Pebri menceritakan awal mulai kejadian saat dia dan istrinya sedang bekerja menjaga pintu masuk Pajus.

Sebuah Sepeda Motor matic yang dibawa oleh seorang pria berusia sekitar 60 tahun bersama dengan seorang anak yang diduga merupakan cucunya mencoba masuk.

Saat itu, rekan kerja Pebri mencoba meminta uang retribusi parkir kepada pria yang belum diketahui identitasnya tersebut. Karena, sejak dikelola oleh pihak ketiga, setiap pengunjung dikenakan tarif parkir.

Diduga saat itu lagi dibawah pengaruh minuman keras, pria tersebut lalu mengutarakan keberatannya membayar retribusi.

Awalnya, Pebri mencoba memberi pengertian kepada pria tersebut, kalau setiap pengunjung harus membayar retribusi. Bukannya menerima penjelasan Pebri, pria tersebut malah mengancam Pebri.

“Bagusnya kubilang, disini kalau masuk bayar pak. Kulihat sudah tua, sekitar umur enam puluhan. Sama cucunya dia datang. Ada katanya mau dicarinya. Dibilangnya, dimana kau nanti. Nanti kau kenalnya aku siapa, tunggu yaya, pergi dia,” kata Pebri bercerita, Jumat (29/1).

Selang setengah jam kemudian, pria tersebut datang kembali dengan membonceng seorang pria memegang sebilah Samurai.

Tiba di pos jaga Pajus, pria yang sudah menaruh dendam tersebut turun dari sepeda motornya dan langsung melayangkan pukulan ke wajah Pebri yang saat itu sedang Video Call dengan kakaknya sambil duduk di depan pos jaga.

Pas aku lagi video call dengan kakak. Datang dia, langsung di popornya (dipukul) aku,” ungkapnya.

Melihat suaminya dipukul, Risna pun mencoba melerai perkelahian. Bukannya berhenti, pria tersebut malah memukul Risna.

Pebri yang gak terima dengan perlakuan pria tersebut pun berang dan berusaha melakukan perlawanan.
Melihat pria tersebut mencabut Samurai di tangan rekannya, Pebri pun berusaha menyelamatkan diri ke pekuburan umum yang ada di sekitar Pajus. “Kulihat dia sudah pegang Samurai, larilah aku ke kuburan,” ketusnya.

Pria tersebut terus mengejarnya, hingga ke kuburan. Beberapa kali pria tersebut mengayunkan samurai yang ke arah Pebri. Beruntung, Pebri cekatan dan berusaha mengelak.

“Untung mengelak aku, besi-besi pembatas kuburan itulah kena. Akibat pukulannya itu, telingaku sampai sekarang masih sakit,” pungkasnya.

Pebri kemudian pulang ke rumah. Beberapa saat kemudian, dia dan istrinya pun membuat pengaduan ke Polres Sibolga.

Menurutnya, pelaku malam itu juga telah berhasil diamankan oleh polisi dan menemukan barang bukti samurai dari rumahnya.

“Sudah di Polres sekarang orangnya. Malam itu langsung diperiksa. Awalnya, dia gak mengaku, katanya kami yang duluan mencekiknya. Baru katanya, gak samurai yang dibawanya, tapi bambu. Setelah diperiksa polisi, ditunjukkan bukti CCTV Pajus, barulah dijemput samurai itu dari rumahnya,” kata Pebri.

Terpisah, Kabag Humas Polres Sibolga Iptu Ramadhansyah Sormin ketika dikonfirmasi via telepon selular nya membenarkan kejadian tersebut. Namun, Sormin tidak memberi penjelasan lebih rinci terkait pemeriksaan yang dilakukan terhadap pelaku. “Ada,” jawab Sormin melalui layanan WhatsApp. (ts/fabe)