News

Petani di Humbahas Tersinggung Ucapan Dosmar: Sebut Cabai dan Tomat Tidak Menguntungkan

FaseBerita.ID – Sejumlah petani di Lintongnihuta, Humbang Hasundutan (Humbahas) mengaku tersinggung dengan statement atau pernyataan dari Dosmar Banjarnahor, calon tunggal di Pilkada Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) yang menyebut bercocok tanam cabai dan tomat kurang menguntungkan.

Hal itu diucapkan Dosmar dalam acara debat publik yang disiarkan TVRI, Minggu (29/11) lalu. Dalam acara tersebut, Dosmar menyebut bercocok tanam cabe dan tomat kurang menguntungkan. Dia justru menekankan bahwa bercocok tanam jagung dan kentang jauh lebih menguntungkan.

Salah seorang petani, Manuharto Sinaga mengatakan bahwa pernyataan tersebut sangat keliru dan mengecewakan masyarakat petani. Karena tanaman tomat dan cabai menjadi andalan keluarga petani dan sudah dilakoni turun temurun.

“Banyak petani di Lintongnihuta, bahkan di Humbahas secara umum, mengandalkan tanaman cabai dan tomat. Kita bisa menyekolahkan anak hingga sarjana juga dari kedua tanaman itu. Bukan dari jagung dan kentang yang disebutkannya (Dosmar, red),” kata Manuharto, di Desa Pargaulan, Lintongnihuta, Senin (30/11).

Menurut Manuhar, hasil panen cabai dan kentang juga sudah meningkatkan taraf hidup teman petani secara umum, meskipun kerap didera harga yang cendrung fluktuatif. “Banyak teman petani mampu membeli kendaraan roda dua. Bahkan tidak jarang petani memiliki kendaraan roda empat dari hasil kedua komoditi tadi. Taraf hidup petani naik, tapi kenapa Dosmar sebut sering merugi?” kesal Manuharto yang baru saja usai menjual hasil cabainya di pekan Lintong Nihuta.

Dia juga menyesalkan merosotnya produk pertanian kopi Lintong yang sudah menjadi ikon dan mendunia yang diprediksi anjlok hingga 30 persen. “Ini fakta, kopi di Lintong Nihuta tidak pernah di regenerasi. Produk andalan yang sudah mendunia saja kurang diperhatikan. Justru cara seperti ini kami anggap sebagai pembohongan dan kami berharap teman petani tidak terprovokasi dengan pernyataan petahana sebagai cabup di pilkada Humbahas,” ketusnya.

Hal senada diungkapkan Tagor Sihombing, juga petani tomat dan cabai dari Desa Bonan Dolok, Kecàmatan Lintong Nihuta. Ia sependapat dan menyebut anaknya meraih gelar sarjana dari pertanian cabai, tomat dan kopi.

“Sepertinya petahana tidak melakukan analisa terhadap ucapannya yang menyebut tanaman kentang dan jagung lebih baik dari cabai, tomat dan kopi, bahkan justru disebutnya merugi. Kami lebih paham. Kami pelakunya jangan ciptakan preseden buruk bagi petani,” ujarnya. (sht/fabe)

USI