News

Petaka Gas Beracun di Sibanggor Julu, Mandailing Natal: 5 Tewas

Saya Tutup Hidung dan Lari, yang Lain Jatuh Pingsan

FaseBerita.ID – Senin (25/1) pagi itu, sekira pukul 09.30 WIB, Misbah Rangkuti sudah beraktivitas di ladang persawahan miliknya di Desa Sibanggor Julu Kecamatan Puncak Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Tak hanya perempuan 43 tahun ini, sejumlah petani warga Desa Sibanggor lainnya juga sama, berladang sebagaimana biasanya.

Ladang persawahan Misbah tak jauh lokasinya dari jarak gas beracun H2S ini meluap ke udara. Jaraknya berkisar sekitar 300 meter. Nama lokasi itu disebut dengan titik Wellpad T, sumur uap gas milik perusahaan Geothermal (panas bumi) PT SMGP.

Dari lokasi gas beracun itu meluap kabarnya saat itu perusahaan sedang melakukan pekerjaan pembukaan sumur bor.

Keterangan yang dihimpun, selain Misbah, ada juga Surtami, Fatimah, Linda dan Aidar dan beberapa warga lainnya petani yang berladang di lokasi yang tak jauh dari jarak Wellpad T tersebut. Saat kejadian itu mereka juga sedang berada di ladang.

Lokasi pipa gas bocor di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. (Istimewa)

Misbah, kondisinya tampak lebih baik dari para korban yang lainnya, korban lainnya terlihat menggelepar kesulitan bernafas. Sakit kepala di bagian belakang dan bahkan ada yang masih tak sadarkan diri, saat dipantau di ruang perawatan RSUD Panyabungan.

Para korban diberikan asupan oksigen dan infus oleh petugas medis. Saat Misbah diwawancarai kondisinya sudah membaik dan diperbolehkan pulang ke rumahnya.

“Saya di ladang mulai dari pagi itu. Jarak ladang dengan lokasi Wellpad sekitar 300 meter-an. Gas ini baunya sangat menyegat, dari situ (Wellpad) keluarnya. Di sebelah saya saudara saya Surtami (yang meninggal-red) juga saat itu sedang di ladang dengan anaknya,” kata Misbah kepada Metro Tabagsel, Senin malam di RSUD Panyabungan.

Misbah menceritakan, kalau awalnya memang ada salah seorang security dari PT SMPG datang menemuinya di ladang. Security itu pun memberitahu akan ada pembukaan sumur pembuangan gas.

Namun, kata Misbah, security tersebut tidak memberi tau jam berapa mereka akan melakukan pembuangan gas. Ia pun mengaku sempat menanyakan apa masih bisa berada di ladang menyelesaikan pekerjaannya sedikit lagi.

“Satu orang security dengan pakaian lengkap datang ke ladang saya memberi tau, kalau enggak salah sekitar pukul 11.30 Wib saat itu. Tapi security ini enggak bilang pembuangan gas itu waktunya kapan. Kan pas saya tanyak apa masih bisa di ladang ini nyelesain pekerjaan, jawaban dia bisa, katanya,” cerita Misbah.

Tak lama security itu beranjak dari ladangnya berkisar 5 menit merunut pengakuan Misbah, bau aroma gas yang menyengat itu mulai tercium.

Ia tau betul bau menyengat yang mengganggu pernafasannya itu gas beracun, seketika ia menutupi hidung dan mulutnya menggunakan tangan dan pakaian yang ia pakai.

Perlahan Misbah merasa lemas dan kondisi nafasnya mulai terasa sesak, ia berlari mengarah ke kampung. Ia mengaku sempat melihat ke ladang di sebelahnya. Di situ ada Surtami dan anaknya Syahrani yang sudah terjatuh dan tumbang.

“Awalnya ada bau yang sangat menyengat terasa di hidung, nafas juga mulai terasa sesak. Saya tutup hidung dan lari. Saya sempat melihat yang lainnya jatuh pingsan. Saya lari ke arah kampung dan memberitahu ke warga,” tuturnya, sekaligus mengaku kesal dan sangat marah dengan pihak perusahaan.

Begitu juga dengan pengakuan Linda (38) warga yang sama. Linda selamat dari kejadian itu, namun kehilangan anaknya Khayla Zahra 5 tahun.

Tangisnya pecah saat melihat jasad anaknya di kamar jenazah RSUD Panyabungan.

Linda saat kejadian sedang bekerja di ladang sawahnya. Sementara anaknya Khayla di sopo (dangau), tak jauh dari lokasi sawahnya. Khayla saat itu bersama Yusniar anak yang berusia 3 tahun. Yusniar buah hati Fatimah, juga menjadi korban yang meninggal dunia.

5 Meninggal, 25 Dirawat

Senin (25/1) siang, suara sirene Ambulans memecah waktu istirahat warga sepanjang jalan dari Puncak Sorik Marapi – Panyabungan. Ambulans yang begitu banyak hilir mudik, membawa puluhan korban keracunan gas dari SMGP.

Gas itu disinyalir bersumber dari Wellpad T SMGP yang diketahui sudah ada kurang lebih satu tahun tidak pernah dibuka. Dan Senin (25/1) ini mereka melakukan percobaan, hingga mengakibatkan tragedi yang menyebabkan kematian warga sekitar.

Dalam tragedi ini, sebanyak 5 orang dinyatakan meninggal dunia, dan sedikitnya 25 orang harus menjalani perawatan intensif setelah pingsan dan mengalami sesak nafas. Salah satu diantaranya ada seorang anggota kepolisian dari Satuan Sabhara yang saat itu bertugas di Pos Pam perusahaan. (san/mag 01/fabe)

USI