News

Pesta Adat Boleh: Ini Ketentuannya di Tapanuli Utara

FaseBerita.ID – Menuju tatanan hidup baru, pelaksanaan pesta adat yang sempat tidak dilakukan akibat Pandemi Covid-19 sudah kembali diperbolehkan dengan mengikuti ketentuan-ketentuan sesuai dengan protokoler kesehatan.

Penetapan itu dilakukan melalui diskusi bersama pengurus LADN, MUI, BKAG, camat, lurah, kepala desa se Tapanuli Utara, tokoh masyarakat , tokoh adat dan stakeholders. Diskusi itu dihadiri, Wakil Bupati Tapanuli Utara Sarlandy Hutabarat, Kajari Taput Tatang Darmi, Wakapolres Mukmin Rambe bersama Forkopimda dan OPD yang berlangsung di gedung Balai Data Kantor Bupati Tarutung.

“Forkopimda telah menetapkan suatu penerapan protokol acara adat/pesta di era menuju tatanan hidup normal baru produktif dan aman Covid-19 di Kabupaten Tapanuli Utara,” ujar Sarlandy Hutabarat , Kamis (2/7) lalu.

Kita telah memasuki tatanan kehidupan baru, untuk itu kita tidak boleh berhenti dan cemas, namun harus terus berjuang untuk mengatasi covid-19 ini dengan mengikuti protokol kesehatan.

“Mulai saat ini pelaksanaan pesta adat sudah diperbolehkan namun harus tetap mengikuti beberapa ketentuan yang ditetapkan,” tegas Sarlandy.

Acara pesta pranikah dan pernikahan harus membuat pemberitahuan kepada gugus tugas kabupaten selambat-lambatnya 30 hari sebelum pelaksanaan pesta dengan melampirkan daftar tamu dan undangan dari luar Kabupaten Tapanuli Utara yang akan menghadiri pesta.

Pihak gereja wajib menyediakan APD seperti alat pengukur suhu tubuh, wastafel dan hand sanitizer, jumlah yang boleh memasuki lokasi hanya 20 persen dari kapasitas lokasi serta mengatur jarak minimal 1 meter dan semua wajib pakai masker.

Apabila tamu yang datang dari luar Tapanuli Utara wajib menunjukkan surat keterangan uji rapid test yang masih berlaku, apabila tidak ada maka aparat/petugas wajib mengembalikan yang bersangkutan ke daerah asalnya,” lanjut Wakil Bupati.

“Harapan kita mematuhi aturan ini, ini bukan semata-mata untuk kepentingan pemerintah tapi untuk kepentingan kita semua, ini persoalan nyawa dan persoalan kehidupan kita.

Acara pranikah dan pemberkatan pernikahan di Gereja harus selesai sebelum 10.30 WIB dan tidak diperkenankan bersalaman. Apabila ketentuan protokol kesehatan tidak di patuhi, maka tim keamanan gugus tugas penanganan Covid-19 berhak membubarkan acara tersebut.

Sarlandy juga menjelaskan tentang ketentuan tata cara penguburan mayat yang bukan pasien positif Covid-19 yang dibagi dua, yaitu ‘Sarimatua dan Saurmatua’.

“Pihak keluarga yang berduka wajib melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas Kabupaten, termasuk pelaksanaan pesta adat lainnya,” pintanya.

Pelaksanaan seluruh kegiatan adat harus dilaksanakan seringkas mungkin. Saya harapkan para camat tetap melakukan sosialisasi kesepakatan bersama ini hingga ke desa, lakukan juga koordinasi termasuk dengan Gugus Tugas Kabupaten agar pelaksanaan tugas ini berjalan dengan baik.

Kita akan terus melakukan evaluasi secara bertahap agar kita bisa mengetahui perkembangan sesuai dengan pemberian izin pelaksanaan pesta,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua MUI Taput Samsul Sianturi menjelaskan terkait acara akad nikah bagi umat Islam, seperti harus menyediakan APD protokol kesehatan pandemi Covid-19.

Peserta prosesi akad nikah yang dilakukan di KUA atau di rumah maksimal 10 orang, tamu pernikahan yang hadir maksimal 20 persen dari kapasitas ruangan masjid atau gedung pertemuan. Bagi keluarga yang datang dari luar Kabupaten Tapanuli Utara wajib memberikan keterangan surat uji test rapid test.

“Proses pernikahan tidak lebih dari 1 jam, makanan umum disediakan dalam bentuk nasi kotak atau nasi bungkus, dan pemberian kado ditentukan di tempat tersendiri tanpa bersalaman atau kontak fisik,” imbuhnya.

Begitu juga jika ketentuan protokol kesehatan tidak dipatuhi, maka tim keamanan gugus tugas penanganan Covid-19 berhak membubarkan acara tersebut.

Ketua LADN Tapanuli Utara menjelaskan tata cara pelaksanaan acara adat di gedung atau di luar gedung halaman rumah pemilik gedung wajib menyediakan tempat cuci tangan, alat pengukur suhu tubuh atau thermogun dan petugasnya.

Begitu juga menyediakan hand sanitizer dan tempat kado pemberian yang sudah ditentukan, seperti itu juga mengadakan acara adat di dalam rumah.

Di acara pesta agar diatur jarak minimal 1 meter dengan tanda batas jarak yang sudah ditentukan baik menggunakan kursi maupun dengan menggunakan tikar.

Penyemprotan disinfektan wajib dilakukan di dalam dan di luar ruangan sebelum dan sesudah pelaksanaan pesta. Acara adat pesta pernikahan maksimum 30 persen dari kapasitas tempat, begitu juga dengan makanan umum disediakan dalam bentuk nasi kotak atau nasi bungkus dan pemberian kado berbentuk lainnya atau tumpah sudah ditentukan wadahnyanya dan tanpa bersalaman atau kota fisik.

Apabila ketentuan tersebut tidak dipatuhi, maka tim keamanan gugus tugas penanganan covid berhak membubarkan acara.

Polres Tapanuli Utara siap membantu dalam hal pengamanan seluruh kegiatan acara pranikah dan pemberkatan pernikahan. Acara akad nikah bagi umat Islam, acara adat di gedung atau di luar gedung halaman rumah dan acara adat lainnya maupun itu sarimatua dan saurmatua yang meninggal yang bukan karena Covid-19.

Saya tegaskan, juga agar Forkopimca di setiap kecamatan melakukan koordinasi dan kerjasama yang baik agar seluruh kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan masa pandemi COVID-19.” ujar Wakapolres. (as)